Page 129 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 APRIL 2021
P. 129

"Keberadaan  Posko  THR  Keagamaan  ini  merupakan  bentuk  fasilitasi  pemerintah  agar  hak
              pekerja/buruh  untuk  mendapatkan  THR  Keagamaan  benar-benar  bisa  dibayarkan  sesuai
              ketentuan yang ada," kata Ida seperti dikutip dari Kemnaker.go.id, Senin (19/4/2021).

              Tak hanya untuk pekerja, posko juga memberikan akses pelayanan untuk pengusaha maupun
              masyarakt umum.

              Layanan posko THR ini mulai diberlakukan 20 April hingga 20 Mei 2021 selama jam kerja, yakni
              dari pukul 08.00 WIB hingga 15.00 WIB Posko THR ini pun diadakan secara offline (luring) dan
              daring.

              Layanan  secara  offline  bisa  didapatkan  masyarakat  di  Ruang  Pelayanan  Terpadu  Satu  Atap
              (PTSA) Kemnaker di Jalan Gatot Subroto Kav. 51 Gedung B Lantai 1 Jakarta Selatan.

              Pengadaan layanan ini dilakukan dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan Covid-19.
              Untuk  daring  atau  online,  masyarakat  bisa  mengakses  layanan  posko  THR  melalui  website
              www.bantuan.kemnaker.go.id dan telepon call center 1500 630.

              Dalam  pelaksanaanya,  posko  THR  melibatkan  tim  pemantau  dari  unsur  Serikat  Pekerja  dan
              organisasi pengusaha yang duduk dalam keanggotaan Dewan Pengupahan Nasional.

              Ida mengatakan, posko ini hadir di provinsi dan kabupaten/kota, sehingga pelaksanaan bisa lebih
              efektif.

              Di berharap, posko THR akan berjalan sesuai mekanisme dan peraturan.

              Isi ketentuan surat edaran pemberian THR Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah
              menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor M/6/HK.04/IV/2021.

              Surat edaran itu tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2021
              bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.

              SE ditandatangani pada 12 April 2021 ini ditujukan kepada para gubernur di seluruh Indonesia.

              Pemberian  THR  Keagamaan  merupakan  kewajiban  yang  harus  dilaksanakan  oleh  pengusaha
              kepada pekerja/buruh.

              Pemberian THR Keagamaan bagi pekerja/buruh merupakan upaya untuk memenuhi kebutuhan
              pekerja/buruh dan keluarganya dalam merayakan hari raya keagamaan.

              "Secara khusus, dalam masa pemulihan ekonomi ini, THR tentu dapat menstimulus konsumsi
              masyarakat yang mendorong pertumbuhan ekonomi," ujar Ida.

              Dalam surat edaran tersebut, Menaker menyatakan bahwa SE pelaksanaan THR berdasarkan
              Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021.

              Aturan itu berisi tentang Pengupahan dan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun
              2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.

              Di meminta perusahaan agar waktu pembayaran THR Keagamaan dilakukan paling lama 7 hari
              sebelum hari raya keagamaan.







                                                           128
   124   125   126   127   128   129   130   131   132   133   134