Page 127 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 APRIL 2021
P. 127
Judul Perusahaan Otobus Bingung Bayar THR Awak Bus Gara-gara Larangan
Mudik Lebaran
Nama Media wartakota.tribunnews.com
Newstrend Aturan THR 2021
Halaman/URL https://wartakota.tribunnews.com/2021/04/25/perusahaan-otobus-
bingung-bayar-thr-awak-bus-gara-gara-larangan-mudik-lebaran
Jurnalis Junianto Hamonangan
Tanggal 2021-04-25 20:17:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Kementerian Ketenagakerjaan
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Narasumber
negative - Tatang (perwakilan PO di Terminal Kampung Rambutan) Tadinya berharap masih bisa
untung sebelum larangan mudik, tapi sekarang ada pengetatan, jadi bingung
positive - Tatang (perwakilan PO di Terminal Kampung Rambutan) Tahun ini sih tetap ngasih
THR dan bingkisan sembako ke awak, tapi besarnya berapa yang belum tahu. Ucapan terima
kasih kita (PO) ke awak yang selama ini bekerja
negative - Tatang (perwakilan PO di Terminal Kampung Rambutan) Sebelum ada pengetatan
saja satu bus rata-rata isinya cuman lima penumpang, kadang malah satu atau dua
negative - Tatang (perwakilan PO di Terminal Kampung Rambutan) Katanya takut di jalan dicegat
petugas enggak sampai kampung
negative - Tatang (perwakilan PO di Terminal Kampung Rambutan) Penumpang yang
membatalkan keberangkatan itu tujuan keberangkatan Sumatera. Kalau rute ke Jawa nggak ada
membatalkan keberangkatan
positive - Ida Fauziyah (Menteri Ketenagakerjaan) Keberadaan Posko THR Keagamaan ini
merupakan bentuk fasilitasi pemerintah agar hak pekerja/buruh untuk mendapatkan THR
Keagamaan benar-benar bisa dibayarkan sesuai ketentuan yang ada
positive - Ida Fauziyah (Menteri Ketenagakerjaan) Secara khusus, dalam masa pemulihan
ekonomi ini, THR tentu dapat menstimulus konsumsi masyarakat yang mendorong pertumbuhan
ekonomi
Ringkasan
Larangan mudik Lebaran dari pemerintah membuat perusahaan otobus (PO) di Terminal
Kampung Rambutan, Jakarta Timur, kesulitan membayar Tunjangan Hari Raya (THR) awak bus.
Seorang perwakilan PO di Terminal Kampung Rambutan, Tatang mengaku kebingungan mencari
cara agar dapat membayarkan THR bagi para awak busnya.
126

