Page 122 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 APRIL 2021
P. 122

Dia memastikan jika posko-posko yang disiapkan dinas ketenagakerjaan tersebut bakal melayani
              semua delik aduan. Nantinya, secara seksama mereka akan menindaklanjuti aduan tersebut.
              Sehingga para karyawan atau pegawai mendapat hak THR-nya sesuai ketetapan yang ada.

              "Kita mengharapkan nihil pengaduan tahun ini, semua urusan THR itu dibayarkan perusahaan
              kepada pekerja kita," Katanya, menerangkan Ikhwal aturan THR ini sebagaimana diatur dalam
              Surat Edaran (SE) Nomor M/6/HK.04/IV/2021 tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari
              Raya  (THR)  Keagamaan  Tahun  2021  bagi  pekerja  atau  buruh  di  perusahaan  yang  wajib
              dibayarkan maksimal 7 hari sebelum lebaran. Tertanda tangan Menteri Ketenagakerjaan, Ida
              Fauziyah.

              Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan dan Peraturan
              Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016 terkait Tunjangan Hari Raya keagamaan bagi
              pekerja atau buruh di perusahaan.

              Pelaksanaanya ditujukan kepada para gubernur di seluruh Indonesia tersebut, mengimbau agar
              perusahaan membayarkan THR pekerja tahun 2021 secara penuh kepada pekerja atau buruh
              yang telah mempunyai masa kerja 1 bulan secara terus menerus atau lebih. THR keagamaan
              juga diberikan kepada pekerja atau buruh yang mempunyai hubungan kerja dengan pengusaha
              berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak tertentu atau perjanjian kerja waktu tertentu.

              Terkait jumlah besaran, bagi pekerja atau buruh yang mempunyai masa kerja 12 bulan secara
              terus menerus atau lebih, THR diberikan dengan ketentuan sebesar 1 bulan upah.

              Sementara bagi pekerja atau buruh yang telah mempunyai masa kerja 1 bulan secara terus
              menerus,  tetapi  kurang  dari  12  bulan,  THR  diberikan  secara  proporsional  sesuai  dengan
              perhitungan masa kerja dibagi 12 bulan kemudian dikali 1 bulan upah.

              Adapun bagi pekerja atau buruh yang bekerja berdasarkan perjanjian kerja harian yang telah
              mempunyai masa kerja 12 bulan atau lebih, upah 1 bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah
              yang diterima selama 12 bulan terakhir, sebelum hari raya keagamaan.

              Kemudian, bagi pekerja atau buruh yang telah mempunyai masa kerja kurang dari 12 bulan,
              upah 1 bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima tiap bulan selama masa kerja.


































                                                           121
   117   118   119   120   121   122   123   124   125   126   127