Page 185 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 APRIL 2021
P. 185

Dia mengatakan, tahun ini menjadi tahun yang berat untuk para buruh. Sementara THR adalah
              satu-satunya harapan.
              "THR bukan hanya untuk lebaran saja, juga untuk membayar utang," tutup Wahyu.

              Sebut  Bisa  Dicicil  Perusahaan  di  Solo  yang  terdampak  pandemi  corona  diperbolehkan  untuk
              mencicil  pembayaran  Tunjangan  Hari  Raya  (THR)  2021  untuk  buruh.  Namun,  perusahaan
              tersebut harus bisa membuktikan bila memang kondisinya kesulitan keuangan dan tidak mampu
              membayar THR. Selain itu, perusahaan juga harus ada kesepakatan bersama dengan buruh.

              "Berdasarkan hasil rapat dewan pengupahan dan sesuai dengan permenaker, untuk perusahaan
              yang terdampak Covid-19 kewajiban memberi THR tidak hilang tapi boleh dicicil," ungkap Plt
              Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerperin) Kota Solo, Agus Sutrisno, Minggu
              (25/4/2021).

              Dia mengatakan, perusahaan juga harus berunding dan memiliki kesepakatan bersama dengan
              buruh, apabila tidak ada kesepakatan, perusahaan harus tetap membayar penuh THR untuk
              buruh.  Selain  itu,  saat  ini  Disnakerperin  Solo  juga  membuka  Posko  pengaduan  di  Kantor
              Disnakerperin Kota Solo jalan Slamet Riyadi No 306, Solo.

              Serta nomor petugas yang bisa dihubungi, antara lain 0813 9308 5604 dan 0856 9138 1820.
              Untuk memberikan layanan aduan bagi karyawan perusahaan yang memiliki masalah THR.

              "Kita tetap berharap seluruh perusahan dapat membayar THR secara penuh, tapi kalau ada yang
              keberatan silakan lakukan aduan baik perusahan atau pegawai, kita carikan jalan tengahnya,"
              ungkapnya.

              Buruh  di  Sukoharjo  Berharap  Pembayaran  THR  Penuh  Buruh  di  Kabupaten  Sukoharjo  masih
              menunggu pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) untuk lebaran 2021 ini. Menurut Ketua Forum
              Peduli  Buruh  Sukoharjo  (FPBS)  sekaligus  Ketua  Serikat  Pekerja  Republik  Indonesia  (SPRI)
              Sukoharjo, Sukarno, pencairan THR biasanya pada H-7. Sesuai aturan dari Kementrian Tenaga
              Kerja (Kemenaker), THR tahun ini tidak boleh dicicil.

              Hal  tersebut  sesuai  dengan  Surat  Edaran  Menaker  Nomor  M/6/HK.04/IV/2021  Tentang
              Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2021 Bagi Pekerja/Buruh di
              Perusahaan.

              "Hingga saat ini belum ada laporan, adakah perusahaan di Sukoharjo yang membayarkan THR
              dengan dicicil atau tidak," kata dia, Minggu (25/4/2021).

              "Tapi kami harap THR tidak dicicil sesuai peraturan Menteri," imbuhnya.

              Pasalnya, THR ini sangat dinantikan pekerjaan untuk menyambut hari raya idul fitri. Meski masih
              di  tengah  pandemi  Covid-19,  buruh  berharap  pembayaran  THR  mereka  dapat  dipenuhi  oleh
              perusahaan.

              "Tahun lalu, ada beberapa perusahaan yang membayarkan THR dengan dicicil," ujarnya.

              Seperti  yang diketahui, tahun  lalu  salah  satu  perusahaan  tekstil  di  Kartasura,  Sukoharjo PT.
              Tyfountex  tidak  ada  kejelasan  dalam  pemberiam  THR.  Hal  tersebut  membuat  karyawan
              melakukan aksi di depan pabrik, meski aksi tersebut dibubarkan pihak kepolisian karena pandemi
              Covid-19. Sukarno berharap, hal serupa tidak terjadi lagi di seluruh perusahaan di kabupaten
              Sukoharjo.

              THR  Wajib  Dibayar  Penuh  Pemerintah  memastikan  perusahaan  swasta  wajib  membayarkan
              tunjangan hari raya (THR) secara penuh pada tahun ini. Artinya, tak lagi dicicil atau dipotong


                                                           184
   180   181   182   183   184   185   186   187   188   189   190