Page 190 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 APRIL 2021
P. 190

Agar pembayaran hak pekerja berupa THR tersebut dapat berjalan sebagaimana mestinya, Dinas
              Tenaga Kerja dan Industri Karimun, Kepulauan Riau (Kepri) membuka Posko Pengaduan THR.
              Posko tersebut buka setiap jam kerja di kantor Disnaker Kabupaten Karimun, jalan Poros.

              "Silahkan adukan jika ada hak-hak pekerja yang dilanggar dan tidak sesuai kesepakatan atau
              aturan yang berlaku," ujar Sekretaris Disnaker Karimun, Raja Jemishak.

              Hanya saja ujarnya, perusahaan wajib melakukan musyawarah terlebih dahulu dengan pekerja,
              yang kemudian hasil kesepakatannya diserahkan ke Disnaker Karimun.
              Kebijakan dan keringanan bagi perusahaan itu, tertuang didalam Surat Edaran (SE) yang telah
              disebar  Disnaker  Kabupaten  Karimun  tertanggal  19  April  2021  dengan  Nomor  SE/Disnaker-
              02/IV/214/2021.

              Raja  Jemishak  mengatakan,  meskipun  telah  ada  keringanan  bagi  perusahaan  untuk
              diperbolehkan membayar THR tidak tepat waktu, namun wajib melakukan musyawarah terlebih
              dahulu bersama para pekerja.

              "Keringanan ini bukan berarti perusahaan boleh tidak bayar THR, tapi lebih kepada dispensasi
              waktu pemberian THR lebih longgar dibanding tahun-tahun sebelumnya," ujar Jemishak.

              Meski Pemkab Karimun memberikan kelonggaran melalui SE tersebut, namun para pekerja juga
              diberikan ruang untuk melaporkan kepada pemerintah melalui Disnaker Kabupaten Karimun.

              Ruang yang dimaksud adalah, dalam hal ini telah disediakan posko pengaduan THR para pekerja.

              Pria  yang  juga  menjabat  sebagai  Pelaksana  Tugas  Kabid  Hubungan  Industrial  Disnaker
              Kabupaten Karimun ini juga menjelaskan, bahwa isi dari SE Disnaker Kabupaten Karimun yang
              telah disebar per tanggal 19 April kemarin antara lain, menindaklanjuti Surat Edaran Kementerian
              Tenagakerja  (Kemenaker)  nomor  M/6/HK.04/IV/2021,  tentang  pelaksanaan  pemberian  THR
              Keagamaan tahun 2021 bagi pekerja atau buruh di perusahaan, dan peraturan Menaker nomor
              6 tahun 2016, tentang THR keagamaan bagi pekerja atau buruh di perusahaan.

              "Perusahaan  yang  tidak  terdampak  pada pandemi  Covid-19,  agar  tetap  mematuhi  Peraturan
              Kemenaker  nomor  6  tahun  2016,  tentang  THR  Keagamaan  bagi  pekerja  atau  buruh  di
              perusahaan. Bagi perusahaan yang masih terdampak pada pandemi Covid-19 yang berakibat
              tidak  mampu  membayar  THR,  sesuai  dengan  ketentuan  Permenaker  tersebut,  maka  telah
              ditetapkan beberapa poin kebijakan yang wajib dipenuhi," katanya.

              Adapun poin kebijakan yang dimaksud antara lain, pengusaha wajib melakukan dialog dengan
              pekerja atau buruh, untuk mencapai kesepakatan yang dilaksanakan secara kekeluargaan, dan
              dengan itikad baik.

              Kemudian,  kesepakatan  dibuat  secara  tertulis,  yang  isinya  adalah  waktu  pembayaran  THR
              Keagamaan paling lambat sebelum masuknya hari raya keagamaan tahun 2021 pekerja atau
              buruh yang bersangkutan.

              "Perusahaan  harus  dapat  membuktikan  ketidakmampuan  untuk  membayar  THR  keagamaan
              tahun  2021,  secara  tepat  waktu  kepada  pekerja  atau  buruh,  berdasarkan  laporan  keuangan
              internal perusahaan yang transparan," tegasnya.
              Bagi  perusahaan  yang  telah  melakukan  kesepakatan  dengan  pekerja  atau  buruh,  wajib
              melaporkannya kepada Disnaker Kabupaten Karimun paling lambat tujuh hari sebelum hari raya
              keagamaan.



                                                           189
   185   186   187   188   189   190   191   192   193   194   195