Page 30 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 APRIL 2021
P. 30
Judul Jangan Kecolongan Soal THR
Nama Media Jabar Ekspres
Newstrend Aturan THR 2021
Halaman/URL Pg1&2
Jurnalis drx
Tanggal 2021-04-26 06:45:00
Ukuran 213x149mmk
Warna Warna
AD Value Rp 42.600.000
News Value Rp 426.000.000
Kategori Ditjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Narasumber
positive - Weni Dwi Aprianti (Anggota DPRD Jabar) Aturannya sudah jelas, THR keagamaan
merupakan pendapatan non upah yang wajib dibayarkan oleh pengusaha kepada pekerja atau
buruh paling lama 7 hari sebelum hari raya keagamaan tersebut tiba
positive - Weni Dwi Aprianti (Anggota DPRD Jabar) Kami berharap pemerintah intens melakukan
pengawasan untuk memastikan perusahaan memenuhi aturan yang berlaku
negative - Weni Dwi Aprianti (Anggota DPRD Jabar) Sebaiknya didiskusikan secara kekeluargaan
jika ada potensi keterlambatan atau kendala pembayaran
positive - Ridwan Kamil (Gubernur Jawa Barat) Sesuai arahan agar dibayarkan secepat-cepatnya
neutral - Ridwan Kamil (Gubernur Jawa Barat) Pasti ada satu dua perusahaan yang tidak
sanggup. Namun untuk mencegah pekerja tidak mendapatkan haknya, pemprov memastikan
akan memonitor perkembangan di lapangan terkait THR
negative - Ridwan Kamil (Gubernur Jawa Barat) Kita monitor terhadap mereka yang berhak
mendapatkan THR ini, jangan sampai terganggu dengan hal-hal yang tidak logis
Ringkasan
Beredarnya rencana penyicilan dan penundaan Tunjangan Hari Raya (THR) membuat gaduh
para buruh/pekerja di Jawa Barat. Padahal, berdasarkan PERMEN 06/2016 tentang THR, bahwa
THR dibayarkan secara tunai dan sekaligus kepada pekerja/buruh paling lambat 1 Minggu
sebelum hari raya. Pun halnya Pemerintah pusat meminta perusahaan membayar THR bagi
pekerja secara penuh sebelum Lebaran. Pemberian THR tanpa mencicil atau menunda bertujuan
untuk meningkatkan daya beli masyarakat. Selambat-lambatnya pembayaran THR 7 (tujuh) hari
sebelum Hari Raya.
29

