Page 31 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 APRIL 2021
P. 31

JANGAN KECOLONGAN SOAL THR

              Beredarnya rencana penyicilan dan penundaan Tunjangan Hari Raya (THR) membuat gaduh
              para buruh/pekerja di Jawa Barat. Padahal, berdasarkan PERMEN 06/2016 tentang THR, bahwa
              THR  dibayarkan  secara  tunai  dan  sekaligus  kepada  pekerja/buruh  paling  lambat  1  Minggu
              sebelum hari raya.

              Pun halnya Pemerintah pusat meminta perusahaan membayar THR bagi pekerja secara penuh
              sebelum Lebaran. Pemberian THR tanpa mencicil atau menunda bertujuan untuk meningkatkan
              daya beli masyarakat. Selambat-lambatnya pembayaran THR 7 (tujuh) hari sebelum Hari Raya.

              Kebijakan  itu  tertuang  dalam  Surat  Edaran  Menteri  Ketenagakerjaan  RI  Nomor  M/6/HK.04/
              IV/2021 tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2021 bagi
              Pekerja/Buruh di Perusahaan.

              Menyikapi  hal  tersebut,  Anggota  DPRD  Jabar  Weni  Dwi  Aprianti  mengapresiasi  langkah
              pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan daya beli masyarakat Mengingat, kata dia THR
              merupakan hak pekerja yang harus dilindungi oleh negara.

              "Aturannya  sudah  jelas,  THR  keagamaan  merupakan  pendapatan  non  upah  yang  wajib
              dibayarkan oleh pengusaha kepada pekerja atau buruh paling lama 7 hari sebelum hari raya
              keagamaan tersebut tiba," kata Weni di Bandung, kemarin (25/4).

              la meminta kepada para kepala daerah untuk turut memastikan perusahaan membayar THR
              keagamaan sesaui dengan ketentuan perundang-undangan. Selain itu, kata dia, kepala daerah
              juga diminta untuk mewajiban para pengusaha melalaikan komunikasi bersama pekerja atau
              buruh kalau merasa tidak mampu membayar THR.

              "Kami  berharap  pemerintah  intens  melakukan  pengawasan  untuk  memastikan  perusahaan
              memenuhi aturan yang berlaku," ucapnya.

              Iapun berharap para pengusaha memiliki komitmen untuk membayarkan secara penuh dan tepat
              waktu THR bagi seluruh pekerja/buruh, karena pemerintah telah memberikan stimulus kepada
              pengusaha di tengah pandemi Covid-19 ini.

              Legislator PDI Perjuangan ini pun mengungkapkan, masih banyak perusahaan yang terdampak
              pandemi  dan  belum  mampu  membayar  THR,  sesuai  aturan,  perusahaan  tersebut  harus
              membuktikan ketidakmampuan kepada pekerja/buruh lewat laporan keuangan yang transparan.
              "Sebaiknya  didiskusikan  secara  kekeluargaan  jika  ada  potensi  keterlambatan  atau  kendala
              pembayaran," paparnya.

              Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pempov) Jawa Barat (Jabar) bakal memonitoring
              setiap perusahaan untuk memastikan dalam menyalurkan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada
              para pekerjanya.

              Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, hal tersebut sesuai arahan dari Menteri Tenaga
              Kerja, perusahaan wajib membayarkan hak dari para pekerja sebelum Lebaran 2021.

              "Sesuai  arahan  agar  dibayarkan  secepat-cepatnya,"  katanya  usai  rapat  Gugus  Tugas
              Penanganan Covid-19 Jawa Barat di Gedung Sate.
              Kendati  begitu,  Emil  meminta  perusahaan  dan  para  pengusaha  untuk  mematuhi  kewajiban
              membayar tunjangan hari raya (THR) pada para pekerjanya.





                                                           30
   26   27   28   29   30   31   32   33   34   35   36