Page 273 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 23 JULI 2021
P. 273

"Kami  mengusulkan  untuk  memberikan  subsidi  upah  kepada  pekerja  yang  terdampak.  Nanti
              subsidi upah ini payung hukumnya akan kami buat dalam peraturan menteri ketenagakerjaan.
              Kami usulkan bantuan pemerintah ini merupakan program stimulus yang kami koordinasikan
              dengan Komite PEN. Kemenkeu dan BPJS Ketenagakerjaan." tutupnya.

              Syarat Dapat Subsidi

              Beberapa  syarat  bagi  pekerja  atau  buruh  yang  bisa  mendapatkan  bantuan  ini.  Pertama,
              membuktikan dirinya WNI dengan memiliki nomor induk kependudukan. Kemudian, penerima
              merupakan pekerja atau buruh yang menerima upah dan juga harus terdaftar sebagai peserta
              jaminan sosial.

              Terakhir,  penerima  harus  sebagai  tenaga  kerja  yang  masih  aktif  sebagai  peserta  BPJS
              Ketenagakerjaan  sampai  dengan  Juni  2021.  Syarat  itu  dibuktikan  dengan  nomor  kartu
              kepesertaan.

              Ida  menjelaskan,  dalam  memberikan  bantuan  subsidi  upah  ini  pemerintah  akan  kembali
              mengacu pada data milik BPJS Ketenagakerjaan.

              "Data BPJS Ketenagakerjaan ini menjadi sumber karena kami menilai data ini yang terbaik yang
              dapat diakses dan dipertanggungjawabkan hingga saat ini." ucapnya.

              Bantuan ini juga diperuntukkan bagi pekerja atau peserta BPJS Ketenagakerjaan yang memiliki
              upah  di  bawah  Rp3.5  juta.  Besaran  itu  dilihat  sesuai  dengan  pelaporan  besaran  upah  yang
              dilaporkan pemberi kerja kepada BPJS Ketenagakerjaan.

              "Dalam  hal  pekerja  bekerja  di  wilayah  PPKM  yang  UMK-nya  di  atas  Rp3.5  juta  maka
              menggunakan UMKM sebagai batas kriteria upah. Dan memiliki rekening bank yang aktif dan
              kami mengusulkan hanya diberikan kepada pekerja yang berada di level empat sesuai dengan
              instruksi Mendagri," tambahnya. Penjelasan Menkeu

              Sementara Menteri Keuangan ( Menkeu) Sri Mulyani mengatakan akan menambah anggaran Rp
              10 triliun untuk perlindungan sosial bagi 8,8 juta pekerja yang terdampak PPKM di Jawa dan Bali.

              "Kami tadi sudah bahas dengan Ibu Menaker, akan ada dari Rp 10 triliun anggaran yang kita
              tambah  untuk  pekerja  ini.  akan  ditujukan  bagi  8.8  juta  pekerja."  kata  Sri  Mulyani  dalam
              konferensi pers virtual di Jakarta. Rabu.

              Sri Mulyani merinci sebanyak Rp 10 triliun akan dialokasikan untuk Bantuan Subsidi Upah (BSU)
              senilai Rp8,8 triliun dan tambahan dana pelatihan Kartu Pra Kerja senilai Rpl,2 triliun.

              Dengan  demikian,  dana  tambahan  untuk  perlindungan  pekerja  yang  semula  diperuntukkan
              khusus bagi program Pra Kerja, kini juga dipakai dalam program BSU.

              Namun, menurut dia. keduanya memiliki fungsi yang berbeda. BSU digunakan untuk pekerja
              yang dirumahkan dan atau dipotong jam kerjanya, sedangkan Kartu Pra Kerja diperuntukkan
              bagi pekerja yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). (dtc/Ant)














                                                           272
   268   269   270   271   272   273   274   275   276   277   278