Page 593 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 AGUSTUS 2020
P. 593

Erick menyatakan, pemerintah telah memiliki program bantuan untuk masyarakat miskin dan
              pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja melalui Program Kartu Pra Kerja.
              "Tujuan pemerintah menggelontorkan bantuan gaji tambahan ini untuk mendorong konsumsi
              masyarakat.  Hal  ini  penting  untuk  menggerakkan  perekonomian  dan  mendorong  pemulihan
              ekonomi," ucap Erick di Jakarta, Rabu (5/8).

              Erick  mengatakan  program  stimulus  ini  sedang  difinalisasi  agar  bisa  dijalankan  Kementerian
              Ketenagakerjaan pada September ini. Fokus bantuan pemerintah kali ini adalah 13,8 juta pekerja
              nonPNS dan BUMN yang aktif terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan dengan iuran di bawah Rp 150
              ribu per bulan atau setara dengan gaji di bawah Rp 5 juta per bulan.

              "Bantuan sebesar Rp 600 ribu per bulan selama 4 bulan akan langsung diberikan per dua bulan
              ke rekening masing-masing pekerja sehingga tidak akan terjadi penyalahgunaan," kata Erick
              menambahkan.

              Erick menyampaikan program pemulihan ekonomi yang dilaksanakan pemerintah cukup banyak
              dan saling berkesinambungan. Seperti bantuan sosial tunai, bantuan pangan nontunai, program
              keluarga harapan hingga penyaluran kredit di sektor UMKM. Dibutuhkan waktu, data yang akurat
              serta koordinasi dengan banyak pihak untuk melakukan realisasi bantuan tersebut secara tepat.

              "Percepatan realisasi program pemulihan ekonomi ini berjalan beriringan dengan prioritas utama
              pemerintah untuk kesehatan dan mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam pandemi
              ini. Agar kesehatan pulih dan ekonomi pun bangkit," kata Menteri BUMN tersebut.
















































                                                           592
   588   589   590   591   592   593   594   595   596   597   598