Page 47 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 JANUARI 2021
P. 47
Judul RPP UU Ciptaker, OPSI: Manfaat Pesangon Bisa Berkurang!
Nama Media bisnis.com
Newstrend Omnibus Law
Halaman/URL https://ekonomi.bisnis.com/read/20210121/12/1346102/rpp-uu-
ciptaker-opsi-manfaat-pesangon-bisa-berkurang
Jurnalis Iim Fathimah Timorria
Tanggal 2021-01-21 18:16:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Dirjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Narasumber
negative - Timboel Siregar (Sekjen Organiasi Pekerja Seluruh Indonesia) Memang RPP ini
mengacu ke UU Cipta Kerja yang menghapus ketentuan uang pengganti hak 15 persen. Ini bisa
menurunkan manfaat pesangon
negative - Timboel Siregar (Sekjen Organiasi Pekerja Seluruh Indonesia) Di dalam Perpres No.
82/2018 sudah diatur bahwa korban PHK dan keluarganya masih ditanggung BPJS Kesehatan
maksimal 6 bulan meski tak lagi membayar iurannya. Namun, di lapangan sulit
diimplementasikan karena syarat yang banyak, bahkan harus menunjukkan putusan pengadilan
soal PHK
negative - Timboel Siregar (Sekjen Organiasi Pekerja Seluruh Indonesia) Yang seperti ini harus
dipermudah, apalagi pada masa pandemi banyak korban PHK
Ringkasan
Berubahnya jenis-jenis hak yang timbul akibat pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam
Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) Undang-Undang No. 11/2020 tentang Cipta Kerja
dipandang bisa mengurangi manfaat yang diperoleh pekerja.
Dalam draf RPP tentang perjanjian waktu kerja tertentu, alih daya, waktu kerja dan waktu
istirahat, serta pemutusan hubungan kerja, tidak lagi tercantum uang penggantian hak berupa
penggantian perumahan serta pengobatan dan perawatan sebesar 15 persen uang pesangon
sebagaimana tertuang dalam Pasal 156 ayat 4 UU No. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan.
RPP UU CIPTAKER, OPSI: MANFAAT PESANGON BISA BERKURANG!
Berubahnya jenis-jenis hak yang timbul akibat pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam
Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) Undang-Undang No. 11/2020 tentang Cipta Kerja
dipandang bisa mengurangi manfaat yang diperoleh pekerja.
46

