Page 52 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 JANUARI 2021
P. 52
Demikian yang disampaikan, Kepala Disnaker Kabupaten Malang Yoyok Wardoyo, Kamis (21/1),
kepada sejumlah wartawan. Menurutnya, Disnaker jangan dikonotasikan bahwa Disnaker tempat
mencari pekerjaan. Sedangkan Disnaker sendiri memiliki tugas pokok dan fungsi (tupoksi)
perumusan kebijakan ketenaga kerjaan dan transmigrasi, pelaksana kebijakan tenaga kerja dan
transmigrasi, administrasi ketenaga kerjaan, pengawasan tenaga kerja dan transmigrasi,
pelaporan dan evaluasi bidang tenaga kerja dan transmigrasi.
Karena, lanjut dia, Disnaker telah memiliki bidang-bidang sesuai dengan tupoksinya masing-
masing. diantaranya, ada Bidang Industrial yang tugasnya menjaga hubungan dengan industri
tetap dinamis, produktif dan aman. Artinya, agar tidak ada gejolak atau tidak ada sengketa
maupun perselisihan antara pekerja dan pemberi kerja. "Dan ketika orang bekerja teman aman
dan produktif, sehingga bisa menjaga keseimbangan," ujarnya.
Yoyok menjelaskan, untuk menjaga kesimbangan antara pekerja dan pemberi kerja, maka
Disnaker memiliki fungsi untuk menyelenggaran bimbingan teknis (bimtek), sosialisasi,
mendekatkan diri agar terjalin hubungan yang kuat antara stakeholder. Sehingga bidang
industrial itu mengusahakan agar permasalahan antara pekerja dan pemberi kerja bisa
terselesaikan secara internal. Dan jika ada perselisihan bisa diselesaikan dengan bipartit
bukannya tripartit atau melalui pemerintah, atau bisa diselesaikan secara internal itu lebih baik.
Selain Bidang Industrial, kata dia, juga ada bidang Penempatan Tenaga Kerja, yang salah satu
tugasnya mengirim Pekerja Migran Indonesia ke luar negeri. Sehingga bidang tersebut telah
memiliki visi untuk mencegah pengiriman pekerja migran Indonesia secara ilegal. Dan di
Disnaker Kabupaten Malang juga ada Bidang Pelaksanaan Pelatihan dan Produktivitas, dan
bidang itu memiliki tugas untuk mempersiapkan pelatihan bagi pencari kerja. "Yang visinya untuk
mencetak adik-adik yang belum pernah bekerja menjadi siap bekerja, baik soft skill maupun hard
skill," terang dia.
Sedangkan, masih dikatakan Yoyok, soft skill merupakan kemampuan bersosialisasi dan
komunikasi yang harus dimiliki calon pekerja. Dan untuk hard skill sendiri merupakan
kemampuan spesifik yang harus dimiliki untuk sebuah pekerjaan tertentu. Disnaker untuk
memberikan pelatihan kepada calon pekerja, hal ini berdasarkan anggaran yang ada, dan kita
maunya ada pelatihan sebanyak-banyaknya, tapi kalau tim anggaran hanya memberikan jatah
10 pelatihan, tentunya tidak bisa ditambah.
Hingga kini, dia menegaskan, Disnaker terus menjalin kerjasama dengan berbagai perusahaan
di wilayah Kabupaten Malang terkait progran Corporate Social Responsibility (CSR). Dan jika ada
perusahaan yang memberikan program CSR, maka akan kita laporkan kepada Badan
Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Malang, yang mana Organisasi
Perangkat Daerah (OPD) tersebut yang memiliki tupoksi untuk mengakomodir CSR perusahaan.
"Program CSR yang nantinya kita manfaatkan untuk memberikan pelatihan kepada masyarakat
Kabupaten Malang yang pra kerja," paparnya.
Selanjutnya, Yoyok menambahkan, juga ada Bidang Transmigrasi, dimana bidang itu memiliki
tugas untuk mengirimkan para transmigran dan mempersiapkan pelatihan sebelum mereka
diberangkatkan. Namun, transmigrasi itu merupakan program Pemerintah Pusat, yang artinya
kuotanya ditentukan oleh Pemerintah Pusat. [cyn].
51

