Page 100 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 MARET 2021
P. 100

Pemerintah (PP) Nomor 37 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Kehilangan
              Pekerjaan di Undang-undang (UU) Cipta Kerja.
              Jadi  kapan  korban  PHK  bisa  dapat  manfaat  JKP?  Direktur  Jaminan  Sosial  Tenaga  Kerja
              Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Retno Pratiwi mengatakan pelaksanaan program ini
              masih harus menunggu Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker).

              "Kami  sudah  melakukan  pengintegrasian  data  kepesertaan,  sudah  melakukan  validasi  dan
              verifikasi.  (Tapi)  harus  keluar  dulu  Permennya  untuk  juknis  (petunjuk  teknis)  bagaimana
              melakukan rekomposisi pendaftaran khususnya peserta eksisting yang sudah terdaftar di BPJS
              ketenagakerjaan," katanya dalam webinar 'Membedah Asuransi Pengangguran di Masa Marak
              PHK', Selasa (9/3/2021).

              Retno memperkirakan korban PHK baru bisa mendapat manfaat JKP tahun depan. Pasalnya,
              peserta lewat pemerintah dan pemberi kerja terlebih dahulu harus sudah mengiur minimal 12
              bulan dalam 24 bulan, atau membayar iuran 6 bulan berturut-turut sebelum terjadi PHK.
              "Jadi  mulai  sekarang  itu  argonya  sudah  mulai  berjalan  dan  pemerintah  sedang  menyiapkan
              segala sesuatunya, BPJS juga demikian. Ini masih satu tahun lagi. Kalau memang ada masukan
              kami terima kasih," tuturnya.

              Setelah  program  berjalan,  nantinya  korban  PHK  bisa  mendapat  manfaat  JKP  jika  memenuhi
              syarat. Adapun syaratnya harus mengklaim maksimal 3 bulan setelah terjadi PHK, berkeinginan
              kerja lagi, dan belum pensiun atau maksimal berusia 54 tahun, dan belum meninggal dunia.

              "Kalau mau bekerja lagi baru akan ada notifikasi yang selanjutnya BPJS Ketenagakerjaan akan
              memberikan manfaat tunainya," ucap Retno Berdasarkan catatannya, tahun 2020 ada 386.877
              tenaga kerja yang terkena PHK. Namun dari jumlah itu, tidak semua bisa mendapat manfaat JKP
              karena tidak semuanya aktif terdaftar dalam kepesertaan BPJS.

              Selain uang tunai, manfaat dari JKP yang bisa didapat korban PHK lainnya adalah akses informasi
              pasar kerja atau bimbingan jabatan yang dilakukan oleh Pengantar Kerja atau Petugas Antarkerja
              melalui Sisnaker. Korban PHK juga akan mendapat pelatihan berbasis kompetensi yang dilakukan
              melalui Lembaga Pelatihan Kerja baik milik pemerintah maupun swasta atau perusahaan.

              "Oleh  si  pengantar  kerja  akan  ditanya  mau  langsung  kerja  apa  pelatihan,  nanti  akan  ada
              bimbingan-bimbingan jabatan hingga informasi pasar kerja. Nanti dia akan mendapat sertifikat
              kompetensi," imbuhnya.


























                                                           99
   95   96   97   98   99   100   101   102   103   104   105