Page 102 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 MARET 2021
P. 102

"Penempatan  PMI  (Pekerja  Migran  Indonesia)  wajib  dilakukan  dengan  tetap  memperhatikan
              protokol  kesehatan.  Terkait  hal  ini,  Kemnaker  telah  mengeluarkan  Pedoman  Pelaksanaan
              Penempatan pada masa adaptasi kebiasaan baru. Kita utamakan pelindungan PMI yang bekerja
              di luar negeri," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (9/3/2021).

              Eva  menjelaskan  selama  pandemi  COVID-19  pertimbangan  dalam  proses  penempatan  tidak
              hanya berdasarkan keputusan pemerintah, tetapi juga memperhatikan terbukanya akses masuk
              dari negara penempatan. Penempatan TKI ini memperhatikan dan mempertimbangkan kebijakan
              negara  tujuan  penempatan  dan  otoritas  setempat,  yang  memperbolehkan  masuknya  tenaga
              kerja asing dengan menerapkan protokol kesehatan.

              "Hal ini dilakukan untuk memastikan adanya pelindungan dan jaminan kesehatan bagi para PMI
              yang bekerja di negara-negara tujuan penempatan," ungkapnya.

              Sementara untuk jumlah pekerja migran sendiri, merujuk pada hasil laporan dari World Bank
              tahun 2017, diperkirakan ada 9 juta PMI di luar negeri, baik yang berangkat secara prosedural
              maupun non prosedural.

              "Berdasarkan  data  penempatan  Pekerja  Migran  Indonesia,  penempatan  terbanyak  ada  di
              Malaysia, Taiwan, Hong Kong, Singapura, Arab Saudi, Brunei Darussalam, dan Korea Selatan,"
              ungkapnya.
              Lebih  lanjut,  dalam  upaya  penguatan  pelindungan  bagi  pekerja  migran  dan  pencegahan
              penempatan  pekerja  migran  secara  non  prosedural,  Kemnaker  telah  melakukan  sejumlah
              langkah.  Di  antaranya,  penguatan  kebijakan  melalui  regulasi,  penguatan  tata  kelola  melalui
              penguatan kelembagaan, juga termasuk penguatan Satgas Perlindungan TKI, penguatan kerja
              sama luar negeri, penguatan Atase Ketenagakerjaan, penguatan sinergitas tugas dan tanggung
              jawab pemerintah di semua tingkatan, pengembangan pusat layanan bagi CTKI/TKI dan anggota
              keluarganya, dan penguatan kerja sama antar lembaga.

              Kemnaker juga melakukan upaya deteksi dan pencegahan dini (Early Warning) pekerja migran
              non prosedural sebelum CTKI diberangkatkan ke negara penempatan. Hal ini dilakukan melalui
              penyiapan SDM dan peningkatan kualitas CTKI dengan menyediakan dan memfasilitasi pelatihan
              CTKI melalui pelatihan vokasi, dan penguatan tata kelola terkait pemanfaatan teknologi informasi
              dalam menyediakan layanan bagi stakeholder yang terlibat dalam rantai proses ini.































                                                           101
   97   98   99   100   101   102   103   104   105   106   107