Page 98 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 MARET 2021
P. 98
menyebut bahwa pembiayaan program ini tidak memungut iuran dari pemberi kerja bahkan
pekerja.
Direktur Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kemnaker Retno Pratiwi mengatakan, pembiayaan
program JKP ini berasal dari pemerintah pusat yang mengiur sebesar 0,22% dan rekomposisi
iuran program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) sebesar 0,14% dan Jaminan Kematian (JKM)
sebesar 0,10%.
"Sebetulnya JKP ini tidak mengiur si pemberi kerja, pekerja apalagi. Di UU sudah dikatakan kalau
kita melakukan rekomposisi sebagai sumber pendanaan itu untuk program yang tidak menjadi
beban dari pekerja," ujar Retno dalam diskusi Membedah Asuransi Pengangguran di Masa Marak
PHK, Selasa (9/3).
Nantinya, pekerja yang terkena PHK akan mendapatkan berupa uang tunai sebesar 45% dari
upah untuk 3 bulan pertama, 25% dari upah untuk 3 bulan berikutnya.
Dasar perhitungan upah ini adalah upah yang dilaporkan kepada BPJS Ketenagakerjaan, dimana
batas atas upah sebesar Rp 5 juta.
"Karena di sini adalah upah yang dilaporkan nanti akan terkait dengan manfaat besarannya itu
nanti, Jadi kami berharap, pemberi kerja atau pengusaha ketika melaporkan ya yang sesuai
dengan upah itu," katanya.
Tak hanya manfaat uang tunai, ada pula manfaat lain berupa akses informasi pasar kerja
dan/atau bimbingan jabatan serta pelatihan kerja berbasis kompetensi yang dilakukan oleh
lembaga pelatihan kerja milik pemerintah, swasta atau perusahaan.
Adapun, pihak yang berhak menerima manfaat JKP ini adalah pekerja yang mengalami PHK yang
sesuai dengan UU Cipta Kerja, yang berkeinginan untuk bekerja kembali, dan memiliki masa iur
paling sedikit 12 bulan dalam 24 bulan, membayar iuran 6 bulan berturut-turut sebelum terjadi
PHK.
Namun, peserta akan dikecualikan untuk alasan PHK karena mengundurkan diri, cacat total
tetap, pensiun atau meninggal dunia.
Lebih lanjut, hak atas manfaat JKP diajukan paling banyak 3 kali selama masa usia kerja. "Dan
akan hilang ketika dia tidak mengajukan klaim 3 bulan sejak ter-PHK atau telah mendapatkan
pekerjaan atau yang meninggal dunia," ujarnya.
97

