Page 94 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 MARET 2021
P. 94

hanya sebesar 113.173 orang atau menurun sekitar 40,8 persen dari jumlah penempatan pada
              2019.
              "Penempatan PMI wajib dilakukan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Terkait hal
              ini,  Kemnaker  telah  mengeluarkan  Pedoman  Pelaksanaan  Penempatan  pada  Masa  Adaptasi
              Kebiasaan Baru. Kita utamakan pelindungan PMI yang bekerja di luar negeri," kata Direktur Eva
              di Jakarta, Selasa (9/3/2021).

              Direktur Eva menjelaskan, selama pandemi COVID-19, pertimbangan dalam proses penempatan
              tidak hanya berdasarkan keputusan pemerintah, tetapi juga memperhatikan terbukanya akses
              masuk  dari  negara  penempatan.  Penempatan  PMI  memperhatikan  dan  mempertimbangkan
              kebijakan negara tujuan penempatan dan otoritas setempat, yang memperbolehkan masuknya
              tenaga kerja asing dengan menerapkan protokol kesehatan.

              "Hal ini dilakukan untuk memastikan adanya pelindungan dan jaminan kesehatan bagi para PMI
              yang bekerja di negara-negara tujuan penempatan," kata Direktur Eva.
              Sementara untuk jumlah PMI sendiri, merujuk pada hasil laporan dari World Bank tahun 2017,
              diperkirakan ada 9 juta PMI di luar negeri, baik yang berangkat secara prosedural maupun non
              prosedural.

              "Berdasarkan  data  penempatan  Pekerja  Migran  Indonesia,  penempatan  terbanyak  ada  di
              Malaysia, Taiwan, Hong Kong, Singapura, Arab Saudi, Brunei Darussalam, dan Korea Selatan,"
              katanya.

              Lebih lanjut, dalam upaya penguatan pelindungan bagi PMI dan pencegahan penempatan PMI
              secara norprosedural, Kemnaker telah melakukan sejumlah langkah.

              Berbagai upaya yang dilakukannya yaitu penguatan kebijakan melalui regulasi; penguatan tata
              kelola  melalui  penguatan  kelembagaan,  juga  termasuk  penguatan  Satgas  Pelindungan  PMI;
              penguatan  kerja  sama  luar  negeri;  penguatan  Atase  Ketenagakerjaan;  penguatan  sinergitas
              tugas dan tanggungjawab pemerintah di semua tingkatan; pengembangan pusat layanan bagi
              CPMI/PMI dan anggota keluarganya; dan penguatan kerja sama antar lembaga.

              Kemnaker  juga  melakukan  upaya  deteksi  dan  pencegahan  dini  (Early  Warning)  PMI
              nonprosedural sebelum CPMI diberangkatkan ke negara penempatan. Hal ini dilakukan melalui
              penyiapan SDM dan peningkatan kualitas CPMI dengan menyediakan dan memfasilitasi pelatihan
              C  PMI  melalui  pelatihan  vokasi;  dan  penguatan  tata  kelola  terkait  pemanfaatan  teknologi
              informasi dalam menyediakan layanan bagi stakeholder yang terlibat dalam rantai proses ini.

























                                                           93
   89   90   91   92   93   94   95   96   97   98   99