Page 22 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 FEBRUARI 2021
P. 22

Anggota Dewan Pengawas (Dewas) LPI Darwin Cyril Noer-hadi mengatakan, setiap investasi
              yang  masuk  ke  LPI  akan  berdampak  pada  peningkatan  pertumbuhan  ekonomi  melalui
              penciptaan lapangan kerja di Indonesia.

              "Secara sederhana, bila ada investasi US$ 2 miliar atau pertumbuhan investasi 1,08% (yoy),
              akan  memberikan  kontribusi  pada  pertumbuhan  ekonomi  sebesar  plus  0,33  poin  (yoy)  dan
              menyerap 36.000 tenaga kerja. Ini ada asumsi dan hitung-hitungannya," ujar Darwin dalam LPPI
              Virtual Seminar Sovereign Wealth Fund, Kamis (25/2).

              Ia merinci, setiap kenaikan investasi sebesar 1%, akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi
              sebesar  0,3%.  Setiap  kenaikan  pertumbuhan  ekonomi  0,3%,  akan  menciptakan  kesempatan
              kerja  rata-rata  0,16%.  Atau,  setiap  0,3%  kenaikan  pertumbuhan  ekonomi,  akan  menyerap
              sekitar 33.000 tenaga kerja.

              Menurut Darwin, LPI merupakan opsi pendanaan dalam membangun investasi dengan sumber
              dana  yang  sifatnya  modal  jangka  panjang  atau  bukan  melalui  portofolio.  Sehingga,  lebih
              mendorong foreign direct investment (FDI) dan bukan dalam bentuk utang.

              Dengan demikian, kehadiran LPI diperlukan sebab Indonesia memiliki kebutuhan pembangunan
              infrastruktur  yang  sangat  besar.  "Harapannya  menjawab  persoalan,  pertama,  kebutuhan
              infrastruktur  demikian  besar.  Sebagai  negara  berkembang  seperti  infrastruktur,  jalan  tol,
              pelabuhan udara, pelabuhan laut perlu tetap dibangun karena ada gap pembangunan," jelas dia.

              Apalagi,  kata  Darwin,  FDI  di  Indonesia  cenderung  menurun  dalam  2-3  tahun  terakhir.
              Kebanyakan investasi asing juga tidak bertahan lama di Indonesia. Pembangunan infrastruktur
              dalam lima tahun terakhir dilakukan oleh BUMN karya. Sementara kapasitas pembiayaan BUMN
              juga semakin terbatas.

              Pada  kesempatan  yang  sama,  Direktur  Utama  Lembaga  Pengembagan  Perbankan  Indonesia
              (LPPI)  MirzaAdityaswara  mengatakan,  dunia  membutuhkan  dana  yang  sangat  besar  untuk
              memitigasi risiko-risiko global akibat tekanan pandemi Covid-19.

              Kebutuhan pembiayaan yang

              dibutuhkan  tidak  hanya  berasal  dari  pemerintah,  tetapi  juga  dari  korporasi  dan  masyarakat
              dengan cara-cara yang inovatif. Sebab, pemerintah memiliki keterbatasan karena dibatasi oleh
              limit rasio utang yang ditetapkan oleh undang-undang dan penerimaan pajak.

              Menurut  Mirza,  beberapa  negara  telah  membentuk  badan-badan  khusus  untuk  menarik  dan
              mengelola dana-dana yang dikenal dengan sovereign wealth fund (SWF) yang kemudian juga
              dilakukan oleh Indonesia dengan membentuk LPI.

              "Sebuah  dana  abadi  yang  menjadi  fondasi  untuk  sum-ber-sumber  pembiayaan  dan
              pertumbuhan.  Dana-dana  ini  dikelola  dengan  dukungan  diskresi  dalam  strategi  makro  yang
              sistematis dalam konteks portofolio institusional yang berasal dari kelas multi aset," ucap Mirza.
              (try)















                                                           21
   17   18   19   20   21   22   23   24   25   26   27