Page 52 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 OKTOBER 2021
P. 52

Judul               Kenaikan UMP 2022, Ekonom Minta Pemerintah Terapkan Kebijakan
                                    Afirmatif
                Nama Media          bisnis.com
                Newstrend           Upah Minimum 2022
                Halaman/URL         https://ekonomi.bisnis.com/read/20211026/12/1458233/kenaikan-
                                    ump-2022-ekonom-minta-pemerintah-terapkan-kebijakan-afirmatif
                Jurnalis            Nyoman Ary Wahyudi
                Tanggal             2021-10-26 02:46:00
                Ukuran              0
                Warna               Warna
                AD Value            Rp 17.500.000
                News Value          Rp 52.500.000
                Kategori            Ditjen PHI & Jamsos
                Layanan             Korporasi
                Sentimen            Positif



              Ringkasan

              Ekonom  Universitas  Indonesia  sekaligus  Direktur  Eksekutif  Next  Policy  Fithra  Faisal  Hastiadi
              berpendapat  rencana  kenaikan  Upah  minimum  provinsi  (Ump)  2022  mesti  diiringi  dengan
              kebijakan afirmatif bagi perusahaan yang belum pulih dari dampak pandemi tahun ini. Faisal
              mengatakan kebijakan afirmatif itu memberi relaksasi bagi perusahaan yang masih terkendala
              arus  kas  akibat  pandemi.  Artinya,  perusahaan  yang  memperoleh  relaksasi  dapat  menunda
              pemberlakuan kenaikan UMP tahun depan.



              KENAIKAN UMP 2022, EKONOM MINTA PEMERINTAH TERAPKAN KEBIJAKAN
              AFIRMATIF
              JAKARTA -- Ekonom Universitas Indonesia sekaligus Direktur Eksekutif Next Policy Fithra Faisal
              Hastiadi  berpendapat  rencana  kenaikan  Upah  minimum  provinsi  (Ump)  2022  mesti  diiringi
              dengan kebijakan afirmatif bagi perusahaan yang belum pulih dari dampak pandemi tahun ini.

              Faisal  mengatakan  kebijakan  afirmatif  itu  memberi  relaksasi  bagi  perusahaan  yang  masih
              terkendala  arus  kas  akibat  pandemi.  Artinya,  perusahaan  yang  memperoleh  relaksasi  dapat
              menunda pemberlakuan kenaikan UMP tahun depan.

              Menurut  dia,  langkah  itu  juga  dapat  menjaga  tren  pemulihan  ekonomi  nasional  seiring
              membaiknya indeks manajer pembelian manufaktur dalam negeri.

              "Harus  ada  afirmasi,  industri  mana  yang  sudah  pulih,  mana  yang  belum,  karena  kalau  ini
              diwajibkan semua maka akan meningkatkan ongkos produksi mereka di saat masa pemulihan,"
              kata Faisal melalui sambungan telepon kepada Bisnis, Senin (25/10/2021).

              Dengan demikian, dia mengatakan kebijakan afirmasi itu dapat menghindarkan industri dalam
              negeri dari potensi pemutusan hubungan kerja atau PHK akibat naiknya biaya produksi.





                                                           51
   47   48   49   50   51   52   53   54   55   56   57