Page 255 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 29 JULI 2020
P. 255
(BKKBN) Hasto Wardoyo menyebut pandemi covid-19 tak hanya berdampak pada ekonomi
negara. Penyakit yang disebabkan oleh virus Corona itu juga berdampak pada bonus demografi
yang ditargetkan Indonesia.
Bonus demografi memang menjadi perhatian khusus bagi pemerintah dalam beberapa tahun
terakhir. Jumlah usia produktif di Indonesia saat ini dua kali lebih besar daripada penduduk
dengan jumlah penduduk usia tidak produktif. Usia produktif dimulai dari 19 hingga 59 tahu
sedangkan non produktif berusia 0-14 tahun dan diatas 60 tahun.
Dampak dari adanya bonus demografi tentu akan berkaitan dengan kemampuan penduduk
dalam bekerja serta ketersediaan lapangan pekerjaan.
Sementara itu, Menteri PPN Suharso Monoarfa telah menegaskan bahwa wabah covid-19 telah
mengakibatkan 2 juta hingga 3,7 juta pekerja dirumahkan dan terkena pemutusan hubungan
kerja (PHK).
Dari data tersebut, tercatat baru 1,7 orang yang terverifikasi terdampak mata pencahariannya
akibat penyakit yang disebabkan oleh virus Corona. Oleh karena itu Indonesia memerlukan
regulasi untuk menciptakan lapangan kerja agar para pengangguran dapat terserap ke dunia
kerja.
Santo Dewatmoko selaku pengamat ekonomi menuturkan, RUU Cipta Kerja bisa menjadi solusi
dalam pengurangan jumlah pengangguran apabila disahkan menjadi undang-undang.
Dosen STIA Bagasi ini pun menjelaskan, saat ini masih terdapat 7,05 juta pengangguran, 2,24
juta angkatan kerja baru, 8,14 juta setengah penganggur dan 28,41 juta pekerja paruh waktu
serta 45,84 juta angkatan kerja yang bekerja tidak penuh.
Menurut Santo, penciptaan lapangan kerja masih berkisar 2 juta sampai dengan 2,5 juta per-
tahunnya. Ia mengatakan bahwa tingginya angka pengangguran tersebut diperparah dengan
adanya pandemi covid-19. Ia juga menilai, pada masa covid-19, tidak sedikit pengusaha yang
melakukan PHK, sehingga banyak terjadi pengangguran.
Santo berpendapat, RUU Cipta Kerja memiliki nilai positif, yakni dapat menyerap tenaga kerja
lebih banyak. Sehingga pengangguran bisa ditekan dan berkurang. Selain itu, dirinya juga
menilai bahwa RUU Cipta Kerja akan menjadi salah satu regulasi yang mengantisipasi bonus
demografi yang dialami Indonesia. Menurutnya, bonus demografi ini bisa menjadi peluang atau
ancaman.
Apalagi 68% penduduk Indonesia berada di usia produktif. Kelompok usia produktif ini harus
disiapkan lapangan pekerjaan agar bonus demografi tidak menjadi bencana sosial. Tentu kita
tidak ingin fase new normal menjadi fase new poor bagi masyarakat yang karir pekerjaannya
terdampak pandemi covid-19.
Kondisi ekonomi yang tidak menentu ini tentunya memerlukan perbaikan, sehingga sebelum
pandemi covid-19 ini berakhir, tentu diperlukan sebuah formula untuk dapat membangkitkan
perekonomian di Indonesia.
Jika omnibus law diterapkan, tentu saja perusahaan maupun industri tidak akan semena-mena
dalam merumahkan para karyawannya tanpa adanya pesangon. Salah satu formula tersebut
yakni omnibus law cipta kerja yang digadang-gadang dapat menyerap investor sehingga akan
berdampak pada tenaga kerja lokal yang terserap..
254

