Page 139 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 5 NOVEMBER 2020
P. 139

Bentuk  kegiatan  CSR  terakhir  adalah  praktik  bisnis  yang  dilakukan  dengan  bijaksana  oleh
              perusahaan  untuk  mendukung  masalah-masalah  sosial  yang  bertujuan  meningkatkan
              kesejahteraan  komunitas  dan  perlindungan  lingkungan  Beberapa  dekade  terakhir  ini,  jumlah
              perusahaan yang menyadari pentingnya Corporate Sosial Responsibility (disingkat menjadi CSR)
              makin meningkat.

              Hal ini dapat dilihat dari laporan KPMG tahun 2017, di mana 93 persen perusahaan dari daftar
              250 perusahaan terbesar di dunia melaporkan tentang kegiatan CSR yang dilakukan.

              CSR dianggap sebagai salah satu atribut kunci yang menentukan reputasi dan dipercaya dapat
              meningkatkan reputasi yang baik bagi perusahaan.

              Lebih jauh lagi CSR merupakan elemen penting bagi reputasi perusahaan pada saat terjadi krisis,
              seperti pandemi Covid-19 ini, yang dapat menciptakan reputasi di mana perusahaan memiliki
              empati dan ikut berupaya memerangi Covid-19.

              Hal  ini  membawa  pengaruh  positif  bagi  reputasi  dan  penilaian  masyarakat  serta  stakeholder
              terhadap perusahaan secara umum.

              Kegiatan CSR yang dilakukan selama pandemi Covid-19 akan membangun relasi yang lebih kuat
              antara perusahaan, pelanggan, dan masyarakat umum sehubungan dengan upaya bersama-
              sama memerangi virus.

              Konsumen  akan  merasa  bangga  dengan  perusahaan  yang  membantu  karyawan,
              menyumbangkan uang dan peralatan selama krisis terjadi.

              Ikatan yang terjalin antara perusahaan dan konsumen selama krisis bisa lebih bermakna dan
              bertahan lama daripada CSR yang dilakukan di luar masa krisis global.

              Oleh karena itu, pandemi Covid-19 dapat menjadi peluang bagi perusahaan untuk secara aktif
              terlibat dengan strategi dan agenda CSR mereka (He & Harris, 2020).

              Judul artikel " Pandemi Corona, Momentum Perusahaan Optimalkan CSR " pada media online
              Kompas.com,  16  Mei  2020,  menunjukkan  bahwa  pandemi  corona  dengan  segala  protokol
              penanganannya kian berdampak pada masyarakat Indonesia, utamanya dari sektor ekonomi.

              Kementerian Tenaga Kerja per 16 April 2020 menunjukkan bahwa ada 229.789 orang terkena
              Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di sektor formal.

              Sementara itu, hingga periode di atas, jumlah pekerja yang dirumahkan mencapai 1.270.367
              orang.

              Dengan  demikian  total  pekerja  terdampak  di  sektor  formal  ada  1.500.156  orang  di  83.546
              perusahaan. Selain itu, sektor informal juga terdampak. Sebanyak 443.760 orang dari 30.794
              perusahaan di-PHK.

              "Total yang terdampak 1,9 juta orang, baik yang di-PHK dan dirumahkan," kata Menteri Tenaga
              Kerja Ida Fauziyah.


              Kenyataan angka-angka di atas pada sisi lain menjadi peluang bagi perusahaan untuk ikut ambil
              bagian meringankan beban warga masyarakat.

              Cara yang dapat dilakukan adalah melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

              Pelaksanaan  CSR  sudah  tertera  dalam  perundang-undangan  maupun  peraturan-peraturan
              pemerintah.


                                                           138
   134   135   136   137   138   139   140   141   142   143   144