Page 246 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 9 NOVEMBER 2020
P. 246
MENAKER TINJAU BLK DAN PENERIMA BSU
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah berkunjung ke Sidoarjo kemarin (6/11). Dia
mendatangi balai latihan kerja (BLK) di Tulangan dan rumah dua warga penerima program
bantuan subsidi upah (BSU) di Desa Grinting, Kecamatan Tulangan.
Ida didampingi Pj Bupati Sidoarjo Hudiyono melihat langsung pelatihan prakerja di BLK. Mulai
latihan menjahit, teknologi informatika, teknik permesinan, hingga tenaga administrasi akuntansi
keuangan.
Saat ini ada 9,7 juta penganggur. Jumlah tersebut lebih banyak disebabkan pandemi Covid-19.
Sebelumnya, pada Februari, angka pengangguran masih mencapai 6,9 juta orang.
"Keberadaan BLK ini sangat membantu mengurangi angka pengangguran. Apalagi, di tengah
pandemi Covid-19, terjadi banyak PHK. Di sini peserta dilatih keterampilan sehingga sudah punya
keahlian setelah lepas dari BLK. Pemkab Sidoarjo sudah bekerja sama dengan BLK Tulangan
untuk mengirim peserta dengan menggunakan biaya APBD Sidoarjo," ujar Hudiyono.
Setelah meninjau BLK, Menaker mengunjungi rumah Muhamad Irvan Romadi, pekerja borongan
di perusahaan swasta, dan Kepala Dusun Muhammad Sholeh di Desa Kebaron, Kecamatan
Tulangan. Ida ingin memastikan BSU benar-benar tersalurkan. Ida menyatakan bahwa
penyaluran BSU berjalan lancar.
"Pada tahap I ini, penyerapannya mencapai 98,7 persen dari yang sudah tersalurkan kepada
12,4 juta penerima program," jelasnya.
Yang berbeda, salah seorang penerima BSU di Sidoarjo adalah perangkat desa, yakni Sholeh.
"Sholeh menjadi peserta yang preminya dibayar Pemkab Sidoarjo. Dia mengambil program JKK
dan JKN. Sementara itu, Pak Irvan ini adalah pekerja borongan di PT Batara Mulya Jaya,"
ungkapnya.
Ida berharap program pemerintah tersebut memberikan manfaat kepada seluruh peserta BPJS
Ketenagakerjaan.
Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur (Jatim) Dodo Suharto menyebutkan, pada
tahap pertama ini, ada hampir 1,5 juta penerima BSU di Jatim. "Tahap kedua, minggu depan
sudah mulai ditransfer. Nanti kami update yang berhak menerima BSU," katanya.
Pemerintah memakai data BPJS Ketenagakerjaan sebagai dasar pemberianbantuansubsidi secara
cepat dan tepat sasaran. Saat ini data itu dinilai paling akurat dan lengkap sehingga akuntabel
dan valid. (uzi/cl4/diq)
245

