Page 274 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 DESEMBER 2021
P. 274

berjuang untuk menghidupikeluarga. Seharusnya seorang pimpinan tidak berbicara seperti itu"
              ucapnya, disela-sela aksi.
              Jabersama dengan rekan-rekan buruh PWI, akan tetap memperjuangkan kenaikan UMK. Sebab,
              nilai UMK di Kabupaten Serang tidak ada kenaikan sama sekali.

              "Kami menuntut agar Pemkab Serang pun turut andil dalam menyerukan aspirasi para buruh.
              Karena  bagaimanapun,  perusahaan  ini  berada  di  wilayah  Kabupaten  Serang""  tegasnya,
              Diketahui,  aksi  mogok  kerja  yang  dilakukan  oleh  para  buruh  'yang  tergabung  dalam  aliansi
              bumuh Banten (ABB) terus dilakukan hingga tanggal 10 Desembermendatang. Ribuan buruh dari
              berbagai Kota dan Kabupaten di Banten menuntut kenaikan UMK, meski dijegal oleh aparatur
              Kepolisian di berbagai titik.

              "Rekan-rekan kami yang dari 'Tangerang tidak bisa menyampaikan aspirasi sampai ke KP3B,
              Karena banyak dari mereka yang dihalang-halangi oleh pihak kepolisian agar tidak sampai ke
              pusat pemerintahan Provinsi," tandasnya.
              Sementara itu, Ketua Komisariat, PK FKUI PT PWII, Misbakhudzulam, bersama anggota, secara
              kompak menolak kebijakan dari pemerintah daerah yang tidak menaikan upah di Kabupaten
              Serang.  Menurutnya,  aksi  mogok  kerja  akan  terus  dilakukan,  berharap  adanya  perubahan
              kebijakan dari Gubernur Provinsi Banten.
              "Kami dari serikat PK FKUI menolak dan menyegerakan untuk merevisi SK gubernur tahun 2021,
              UMK harus naik minimal 5.4 persen? ucapnya.

              Ta juga meminta agar pemerintah pusat segera mematuhi keputusan MK, bahwa UndangUndang
              Omnibuslaw cipta kerja ituinkonstitusional.

              "Harapan kami, ada reaksi dari pemerintah daerah bahkan pusat agar mendengar aspirasi yang
              disuarakan kaum buruh di negeri tercinta Indonesia ini,' tandasnya.

              Terpisah, mogok kerja buruh Banten masih terus berlangsung. Kali inj, ribuan buruh melancarkan
              unjuk  rasa  menuju  ke  Istana  Negara  Jakarta.  Ini  merupakan  bentuk  protes  mereka  terkait
              keputusan kenaikan UMK 2022 yang dinilai kecil.

              Ribuan buruh tersebut berkonvoi gabungan menggunakan motor, mobil dan losbak. Nampak
              mereka dengan pakaian khas organisasi buruh mereka juga membawa bendera serta spanduk
              bertuliskan tuntutan. Sepanjang jalan mereka juga berorasi. Titik kumpul buruh di Jalan Daan
              Mogot Km 23, tepatnya pada kolong jalan tol Kunciran-Bandara, Tanah 'Tinggi, Kota Tangerang.

              Pada iringan paling depan, terdapat sebuah mobil bak terbuka berukuran besar yang memimpin.
              konvoi, pada mobil ini. Terlihat dua orang berorasi dengan menggunakan pengeras suara, sambil
              diiringi gemuruh teriakan ribuan buruh yang mengikuti.
              Ketua  Kongres  Aliansi  Serikat  Buruh  Indonesia  (KASBI)  Kota  'Tangerang,  Maman  Nuriman
              mengatakan, jumlah buruh dari Kota 'Tangerang yang bergerak menuju Istana Negara sebanyak
              2.000  massa.  Aksi  unjuk  rasa  tersebut  menututkepada  pemerintah  pusat  untuk  menghapus
              seluruh peraturan turunan (PP 34, PP 35, PP 36, dan PP 37) yang berkaitan dengan UU Cipta
              Kerja.

              "Kami dari seluruh unsur SerikatPekerja dan Serikat Buruh yang, tergabung dalam AB3 (Aliansi
              Buruh  Banten  Bersatu)  meminta  kepada  pemerintah  agar  segera  merevisi  SK  kenaikan  UMK
              tahun 2022 sebesar 5,4 persen seluruh kota/kabupaten di Provinsi Banten," ujar Maman, Rabu
              (8/12) 'Aksi yang dilakukan para buruh {ni dikawal oleh ratusan personel aparat TNI dan Polti.
              Setidaknya, terdapat 251 personel dari aparat tersebut. "Kita hanya melakukan penjagaan dan

                                                           273
   269   270   271   272   273   274   275   276   277   278   279