Page 313 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 DESEMBER 2021
P. 313

UMP  DKI  Jakarta,"  kata  perwakilan  KSPI  Jakarta,  Sony  Hinasa,  di  Balai  Kota  Jakarta,  Senin
              (29/11).
              "Kita  mengatakan  formula  ini  tidak  cocok  untuk  diterapkan  di  Jakarta.  Formula  ini  kalau
              diterapkan di Jakarta tidak sesuai. Kami pun berpandangan ini angka yang terlalu kecil untuk
              buruh di Jakarta," ujar Anies.

              Perwakilan buruh yang berdemo di depan Gedung Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (8/12/2021)
              diperbolehkan masuk ke kantor Gubernur Anies untuk melakukan audiensi.

              Pada saat audiensi, sejumlah perwakilan buruh bertemu dengan Kepala Dinas Tenaga Kerja,
              Transmigrasi, dan Energi (Disnakertransgi) Andri Yansyah; Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik
              (Kesbangpol)  Taufan  Bakri,  dan  anggota  Tim  Gubernur  untuk  Percepatan  Pembangunan
              (TGUPP).

              "Tadi kami bersama teman-teman Serikat Pekerja, konfederasi, aliansi di DKI Jakarta. Jadi ya
              kami kecewa karena kami tadi berharap ketemu Gubernur tapi ditemui oleh Pak kadis naker dan
              dari kesbang. Kemudian ditambah perwakilan dari TGUPP," ucap Ketua DPD Konfederasi Serikat
              Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) AGN DKI Jakarta William Yani Wea di Balai Kota, Jakarta
              Pusat, Rabu (8/12/21).

              Selain itu, dirinya juga kecewa lantaran belum juga rampungnya janji Anies merevisi nilai UMP
              2022.

              Bahkan, mereka tak diberikan kepastian kapan janji itu akan dipenuhi.

              "Kami kecewa karena apa karena kami tadinya berharap mendapatkan jadwal deadline kapan
              revisi dari surat mengenai kenaikan UMP," katanya Dirinya juga menyebut, sebelumnya Anies
              menjanjikan revisi UMP secepatnya pada 29 November lalu, saat buruh juga melakukan unjuk
              rasa.

              "Gubernur itu ketika menjanjikan pada tanggal 29 November itu bersifat spontan. Hanya untuk
              menyenangkan  saja.  jadi  harusnya  kan  waktu  kami  datang  sore  ini  kan  ada  jawaban,"
              ungkapnya.

              Ia  juga  mengatakan  seharusnya  Anies  bisa  melakukan  revisi  UMP  tanpa  harus  meminta
              persetujuan Kementerian Ketenagakerjaan.

              Sebab, jika Anies memutuskan tak menggunakan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 79 tahun
              2015 tentang pengupahan, maka aturan yang dipakai adalah PP nomor 36 tahun 2021 tentang
              pengupahan.

              "Tinggal diputuskan inflasinya berapa, pertumbuhan ekonominya bagaimana, tinggal diputuskan
              tidak perlu ketemu stakeholder, tidak perlu ketemu pengusaha, tidak perlu ketemu buruh, tinggal
              di putuskan saja," tutupnya.(m27).
















                                                           312
   308   309   310   311   312   313   314   315   316   317   318