Page 1149 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1149
UPAH MINIMUM 2021 TAK NAIK, BURUH DAN UKM BAKAL MERANA
Presiden Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (Aspek Indonesia) Mirah Sumirat menilai jika upah
minimum 2021 tak naik, maka akan berimbas fatal bagi buruh hingga masyarakat yang memiliki
usaha kecil menengah (UKM).
Para pekerja dan UKM bakalan merana.
"Artinya lkalau betul tafsirannya surat edaran Menaker tidak ada kenaikan upah minimum 2021
maka ini fatal kalau menurut saya bagi serikat buruh," ujar Mirah, ketika dihubungi
Tribunnews.com, Selasa (27/10/2020).
"Dan ini artinya lagi-lagi justru malah membuat tambah miskin. Bukan hanya kehidupan buruh
yang tambah miskin tapi seluruh rakyat yang memiliki usaha kecil menengah," imbuhnya.
Mirah mengatakan Menaker Ida Fauziyah seharusnya bersikap fair bahwa dalam pandemi Covid-
19 ada perusahaan yang terdampak dan tidak terdampak.
Dia mencontohkan perusahaan yang terdampak parah antara lain seperti perhotelan. Namun,
perusahaan yang tak terdampak Covid-19 pun juga banyak. Seperti buruh di sektor makanan.
"Menaker ini harus fair juga, banyak perusahaan yang tidak terdampak Covid-19. Buruh minyak
kelapa sawit dan buruh yang di sektor makanan atau pabrik makanan, itu nggak ada imbasnya
sama sekali. Kan anggota saya di retail makanan, itu sama sekali nggak ada imbasnya. Artinya
jangan digeneralisir, jangan semua disamakan," kata dia.
Surat edaran Nomor M/11/HK.4/x/2020 tertanggal 26 Oktober 2020 yang dikeluarkan Menaker
diketahui meminta kepada para Gubernur untuk melakukan penyesuaian penetapan upah
minimum tahun 2021 sama dengan nilai upah minimum tahun 2020, melaksanakan penetapan
upah minimum setelah tahun 2021 sesuai ketentuan peraturan perundangan-undangan, dan
menetapkan dan mengumumkan Upah Minimum Provinsi Tahun 2021 pada tanggal 31 Oktober
2020.
Menurut Mirah pernyataan Menaker melalui surat edaran tersebut berdampak luas secara
nasional kepada perekonomian Indonesia.
"Kenapa? Ketika itu tertahan upahnya, nggak ada kenaikan, kemudian bagaimana daya beli
masyarakat? Itu tidak akan pernah bisa, akhirnya hasil produk kecil dan menengah tidak akan
laku," kata Mirah.
"Sebenarnya ada pelajaran penting di krisis ekonomi 1998. Itu pertumbuhan ekonomi minus 17
persen, tapi pak Habibie mau menaikkan upahnya 16 persen, pak Habibie sadar betul satu-
satunya untuk menghilangkan itu adalah dengan meningkatkan daya beli dan konsumsi. Nah
kalau ini nggak," tandasnya.
1148

