Page 1165 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1165

KEPUTUSAN PEMERINTAH TAK NAIKKAN UMP 2021 DINILAI BIJAK, INI
              ALASANNYA
              Ekonom  sekaligus  Direktur  Riset  CORE  Indonesia,  Piter  Abdullah  menilai  tepat  keputusan
              pemerintah untuk tidak menaikkan UMP 2021 di situasi ekonomi sulit akibat pandemi Covid-19.
              Menurutnya, UMP tahun depan seharusnya akan turun jika merujuk ketentuan yang ada.

              "Kalau merujuk ketentuan kenaikan UMR sama dengan pertumbuhan ekonomi plus inflasi, justru
              seharusnya UMR tahun depan turun. Tetapi akan lebih bijak kalau UMR tetap tidak naik dan tidak
              turun," ujar dia saat dihubungi Merdeka.com, Rabu (28/10).

              Piter mengatakan, keputusan pemerintah untuk menahan UMP 2021 mempunyai maksud baik
              guna menyelamatkan kelangsungan usaha di dalam negeri. "Maka, penetapan UMR ditengah
              pandemi yang belum selesai ini, akan memberi ruang bagi dunia usaha untuk menata kembali
              usahanya," tambahnya.

              Sedangkan jika UMP 2021 dinaikkan justru dinilai menjadi beban tersendiri bagi pelaku usaha di
              tengah pandemi. Alhasil potensi terjadinya aksi pemutusan hubungan kerja kian menguat.

              "Akan lebih baik menerima UMR yang tetap daripada UMR naik, tetapi mereka dirumahkan atau
              bahkan kena PHK," terangnya.

              Untuk itu, dia meminta perlu adanya pengertian antara kedua belah pihak baik dari kalangan
              pengusaha  maupun  buruh  di  masa  kedaruratan  kesehatan  ini.  Karena  mereka  saling
              membutuhkan satu sama lainnya," tutupnya.

              Jalan Tengah Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, menanggapi polemik atas
              penerbitan  Surat  Edaran  (SE)  Nomor  M/11/HK.04/2020  tentang  Penetapan  Upah  Minimum
              Tahun 2021 pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Menurutnya ketentuan
              tidak menaikkan upah minimum tahun 2021 (UMP 2021) dalam SE anyar itu merupakan jalan
              tengah yang diambil pemerintah.

              "Ini jalan tengah yang harus diambil oleh pemerintah dalam kondisi yang sulit dan tidak mudah.
              Perlindungan pengupahan kita jaga, keberlangsungan usaha harus kita perhatikan. Atas dasar
              itulah SE ini kami keluarkan," kata Menaker Ida di Jakarta, Selasa (27/10).

              Menurut  Menaker  Ida,  penerbitan  SE  tersebut  berdasarkan  kajian  yang  dilakukan  secara
              mendalam  oleh  Dewan  Pengupahan  Nasional  (Depenas)  terkait  dampak  Covid-19  terhadap
              pengupahan.  Mengingat  pandemi  Covid-19  telah  berdampak  kondisi  perekonomian  dan
              kemampuan perusahaan dalam memenuhi hak pekerja/buruh termasuk dalam membayar upah.

              SE tersebut juga dalam rangka memberikan perlindungan dan keberlangsungan bekerja bagi
              pekerja/buruh serta menjaga kelangsungan usaha. Alhasil perlu dilakukan penyesuaian terhadap
              penetapan upah minimum pada situasi pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19.

              "Di samping itu tentu saja harus diingat bahwa pemerintah tetap memperhatikan kemampuan
              daya beli para pekerja melalui subsidi gaji/upah. Sesungguhnya bantalan sosial sudah disediakan
              oleh pemerintah. Jadi pemerintah tidak begitu saja menetapkan itu karena ada beberapa langkah
              yang sudah dilakukan," terangnya.

              [azz]  Jalan Tengah.







                                                          1164
   1160   1161   1162   1163   1164   1165   1166   1167   1168   1169   1170