Page 1160 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1160
Judul Pengamat Nilai Demo Kenaikan UMP 2021 Salah Besar, Kenapa?
Nama Media liputan6.com
Newstrend Peraturan Upah Minimum
Halaman/URL https://www.liputan6.com/bisnis/read/4393298/pengamat-nilai-demo-
kenaikan-ump-2021-salah-besar-kenapa
Jurnalis Maulandy Rizky Bayu Kencana
Tanggal 2020-10-28 10:00:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Dirjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Narasumber
negative - Ida Fauziyah (Menaker) Menaker tidak memiliki sensitivitas nasib buruh, hanya
memandang kepentingan pengusaha semata
negative - Aloysius Uwiyono (Pengamat Ketenagakerjaan) Menurut saya demo mengenai UM itu
salah besar. Harusnya serikat pekerja memperjuangkan kenaikan upah anggotanya di masing-
masing perusahaannya
neutral - Aloysius Uwiyono (Pengamat Ketenagakerjaan) Lho, ini (tuntutan kenaikan UMP 2021)
kan perjuangan sosial ekonomi para anggotanya. Bukan perjuangan politik
positive - Aloysius Uwiyono (Pengamat Ketenagakerjaan) Dirundingkan secara musyawarah pada
masing-masing perusahaan
negative - Ida Fauziyah (Menaker) Jadi nilai upah minimum 2021 sama dengan nilai upah
minimum 2020. Tidak ada kenaikan dan di SE tidak ada kata kenaikan
Ringkasan
Polemik soal tuntutan kenaikan upah minimum (UMP) 2021 kian memanas. Hal ini setelah
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menetapkan tidak adanya perubahan upah
minimum pekerja untuk tahun depan atau UMP 2021 .
Kalangan buruh yang sudah berang sejak jauh hari langsung merespons kebijakan tersebut.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bahkan mengancam aksi perlawanan
buruh akan semakin keras terhadap penolakan tidak adanya kenaikan UMP 2021.
1159

