Page 1161 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1161

PENGAMAT NILAI DEMO KENAIKAN UMP 2021 SALAH BESAR, KENAPA?

              Polemik  soal  tuntutan  kenaikan  upah  minimum  (UMP)  2021  kian  memanas.  Hal  ini  setelah
              Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menetapkan tidak adanya perubahan upah
              minimum pekerja untuk tahun depan atau UMP 2021 .

              Kalangan buruh yang sudah berang sejak jauh hari langsung merespons kebijakan tersebut.
              Presiden  Konfederasi  Serikat  Pekerja  Indonesia  (KSPI)  bahkan  mengancam  aksi  perlawanan
              buruh akan semakin keras terhadap penolakan tidak adanya kenaikan UMP 2021.

              "Menaker tidak memiliki sensitivitas nasib buruh, hanya memandang kepentingan pengusaha
              semata," tegas dia, Selasa (27/10/2020).

              Namun, Pengamat Ketenagakerjaan Aloysius Uwiyono justru menilai aksi demo besar-besaran
              buruh menuntuk kenaikan UMP 2021 sebagai kesalahan fatal. Menurut dia, akan lebih tepat
              sasaran jika kaum buruh menumpahkan tuntutannya kepada masing-masing perusahaan.

              "Menurut saya demo mengenai UM itu salah besar. Harusnya serikat pekerja memperjuangkan
              kenaikan  upah  anggotanya  di  masing-masing  perusahaannya,"  kata  Aloysius  kepada
              Liputan6.com, seperti ditulis Rabu (28/10/2020).

              Dari sudut pandangnya, demo penolakan UMP 2021 yang tak naik tersebut terkesan dibumbui
              intrik politik. Dia menganggap curahan hati itu lebih tepat diarahkan kepada pihak pemberi kerja.

              "Lho, ini (tuntutan kenaikan UMP 2021) kan perjuangan sosial ekonomi para anggotanya. Bukan
              perjuangan politik," tegas Aloysius.

              Oleh  karenanya,  ia  pun  meminta  serikat  pekerja  untuk  dapat  bernegosiasi  dengan  setiap
              perusahaan. Itu agar para buruh dengan status kerja lebih dari 1 tahun berhak memperoleh gaji
              di atas ketentuan UMP 2021 .

              "Dirundingkan secara musyawarah pada masing-masing perusahaan," ujar dia.
              Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah memutuskan untuk tidak menaikkan upah
              minimum tahun 2021 ( UMP 2021 ). Hal tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Menteri
              Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 11/HK04/X/2020 tentang Penetapan Upah Minimum
              tahun 2021 pada Masa Pandemi Covid-19.
              Dikutip  dari  Surat  Edaran  Menaker  tersebut,  Selasa  (27/10/2020),  pandemi  Covid-19  telah
              berdampak  pada  kondisi  perekonomian  dan  kemampuan  perusahaan  dalam  memenuhi  hak
              pekerja dan buruh termasuk dalam membayar upah.

              Dalam rangka memberikan perlindungan dan kelangsungan usaha, perlu dilakukan penyesuaian
              terhadap penetapan upah minimum pada situasi pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19.

              Atas  dasar  hal  tersebut,  Menteri  Ida  Fauziyah  meminta  kepada  para  gubernur  di  seluruh
              Indonesia  untuk  melakukan  penyesuaian  penetapan  nilai  Upah  Minimum  Tahun  2021  sama
              dengan nilai Upah Minimum tahun 2020. Dengan kata lain tidak ada kenaikan UMP 2021 .


              Ida juga meminta kepada para gubernur untuk melaksanakan penetapan upah minimum setelah
              tahun 2021 sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Dalam SE ini, para kepala daerah
              wajib  mengumumkan  upah  minimum  provinsi  tahun  2021  pada  31  Oktober  2020.  Direktur
              Pengupahan Kemnaker, Dinar Titus Jogaswitani menambahkan, dalam SE tersebut tidak ada
              kata kenaikan sehingga UMP 2021 sama dengan tahun ini.

              "Jadi nilai upah minimum 2021 sama dengan nilai upah minimum 2020. Tidak ada kenaikan dan
              di SE tidak ada kata kenaikan," tegas Dinar Titus Jogaswitani.
                                                          1160
   1156   1157   1158   1159   1160   1161   1162   1163   1164   1165   1166