Page 1412 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1412

Bantuan ini diberikan kepada pekerja swasta dengan gaji di bawah Rp 5 juta. Nilai bantuannya
              mencapai  Rp  2,4  juta  kepada  pekerja  yang  terdaftar  di  BPJS  Ketenagakerjaan.  Kendati,
              pelaksanaan penyaluran bantuan ini mengalami beberapa kendala.

              Misalnya, ada pekerja yang tidak mendapatkan subsidi upah meskipun dirinya memenuhi kriteria
              atau berhak secara aturan.

              Deputi Direktur Humas dan Antar Lembaga BPJamsostek Irvansyah Utoh Banja menyatakan, ada
              beberapa faktor yang membuat pekerja tidak mendapatkan subsidi gaji.

              "Data  yang  kami  miliki  berdasarkan  perusahaan.  Dalam  menyampaikan  data,  perusahaan
              memastikan NIK dan nomor rekeningnya, apakah sudah valid. Begitu masuk tahapan validasi, di
              perbankan itu banyak yang sudah gugur bisa karena nggak sesuai nomor rekening dan namanya,
              nomor rekeningnya nggak aktif dan lainnya," ujar Irvan dalam dialog virtual, Senin (26/10/2020).

              Irfan  menjelaskan,  tahapan  validasi  yang  dilakukan  dalam  menentukan  penerima  bantuan
              subsidi gaji juga berlapis.

              Pertama,  pihaknya  bekerjasama  dengan  perbankan  untuk  mengecek  kebenaran  data  yang
              diberikan calon penerima. Kedua, pihaknya akan menyesuaikan kriteria penerima upah dalam
              Peraturan  Menteri  Kemenaker  nokor  14/2020.  Terakir,  pihaknya  akan  memeyesuaikan
              kebenaran datanya di BPjamsostek.

              Irvan menambahkan, kondisi geografi Indonesia yang beragam juga menjadi tantangan sendiri
              dalam pengumpulan data terutama di perusahaan-perusahaan yang terletak di lokasi yang sulit
              dijangkau.

              "Lalu  perusahaan  masih  melakukan  pembayaran  upah  secara  manual  jadi  belum  ada  data
              lengkap rekeningnya," kata Irfan.
              Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, mengatakan bahwa bantuan pemerintah berupa subsidi
              gaji/upah (BSU) yang telah disalurkan kepada pekerja/buruh sebanyak 12.166.471 atau setara
              dengan  98,09  persen.  Adapun,  pekerja/buruh  yang  belum  menerima  BSU  bisa  disebabkan
              kesalahan atau ketidakvalidan data, seperti nomor rekening dan NIK.

              "Sampai saat ini yang belum mendapatkan (BSU) sekitar 150 ribuan karena ada kekurangan atau
              ketidaksesuaian data. Misalnya rekeningnya tidak valid, kemudian NIK-nya kurang nomornya,
              kemudian nomor rekeningnya dia tidak sesuai dengan nama yang diserahkan", kata Menaker
              Ida melalui siaran pers, Rabu (21/10).

              Menurut Ida, dalam hal terjadi kekurangan atau ketidakvalidan data seperti di atas, pihaknya
              mengembalikan data tersebut kepada BPJS Ketenagakerjaan. Kemudian BPJS Ketenagakerjaan
              memberitahukan kepada pemberi kerja untuk memperbaiki data pekerjanya yang masuk dalam
              kriteria penerima subsidi gaji/upah.

              Sementara, berdasarkan data Kemnaker per 19 Oktober 2020, bantuan subsidi gaji/upah telah
              tahap I tersalurkan kepada 2.485.687 penerima (99,43 persen); tahap II sebanyak 2.981.531
              penerima  (99,38  persen);  tahap  III  sebanyak  3.476.120  penerima  (99,32  persen);  tahap  IV
              sebanyak 2.620.665 penerima (94,09 persen); dan tahap V sebanyak 602.468 penerima (97,39
              persen).

              Subsidi  gaji/upah  disalurkan  melalui  dua  termin  pembayaran.  Setelah  pembayaran  termin
              pertama  selesai  disalurkan,  Kemnaker  akan  kembali  memproses  pembayaran  termin  kedua
              subsidi gaji/upah.




                                                          1411
   1407   1408   1409   1410   1411   1412   1413   1414   1415   1416   1417