Page 1409 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1409

sepuluh ribu tiga ratus lima puluh satu rupiah tiga enam sen). Draft UMP 2021 sudah dirumuskan
              tinggal ditandatangani Gubernur Jabar Ridwan Kamil.


              UMP DIREKOMENDASIKAN TIDAK NAIK, RACHMAT: GUBERNUR HARUS TETAPKAN
              PADA 1 NOVEMBER, SEBAGAI ACUAN UMK

              - Dewan Pengupahan Jawa Barat merekomendasikan nilai upah minimum provinsi ( UMP ) 2021
              tidak  berubah,  tetap  seperti  nilai  UMP  2020  yaitu  Rp1.810.351,36  (satu  juta  delapan  ratus
              sepuluh ribu tiga ratus lima puluh satu rupiah tiga enam sen).

              Draft UMP 2021 sudah dirumuskan tinggal ditandatangani Gubernur Jabar Ridwan Kamil.

              Ketua Dewan Pengupahan yang juga Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Barat
              Rachmat Taufik Garsadi mengatakan, Dewan Pengupahan Jabar merekomendasikan nilai UMP
              2021  yang  sama  dengan  2020  untuk  ditetapkan  sebagai  UMP  2021.  Hal  itu  dengan  dasar
              mengikuti surat edaran menteri tenaga kerja.

              "Jadi tidak ada kenaikan, dan tidak ada penurunan. Sama dengan 2020. Kemarin yang diminta
              serikat kan mereka tolak UMP, ingin UMK, naik 8 persen.

              Dengan UMP ditolak, ya tidak boleh karena gubernur harus menetapkan UMP 1 November dan
              UMP ini menjadi dasar bagi Kabupaten kota untuk menetapkan UMK, tidak boleh rendah dari
              UMP," ujar dia, Selasa 27 Oktober 2020.

              Karenanya hari ini, kata dia, pihaknya sudah menyampaikan ke Biro Yanbangsos (Pelayanan dan
              Pengembangan Sosial) dan Biro Hukum.

              "Nanti biro hukum yang memproses pengesahan pada Pak Gubernur . Jadi sesuai lah paling
              lambat tanggal 31 Oktober ditetapkan Pak Gubernur," ucap Taufik.

              Diakui  dia,  keputusan  Dewan  Pengupahan  ditentang  serikat  pekerja,  tapi  pihaknya  telah
              menyampaikan, bahwa UMP ini jaring pengaman paling bawah yang justru harus ditetapkan.


              "Nah kita menggunakan surat edaran menteri karena tidak ada lagi yang bisa kita lakukan," ucap
              dia.

              Ditegaskan  Taufik,  kalau  mengikuti  PP  78/2015  bahwa  di  sana  5  tahun  harus  ditetapkan
              kebutuhan hidup layak (KHL). Di permenaker terakhir di 18 /2020, memang sudah ditetapkan
              kalau komponen KHL ada 64 komponen.

              Kemudian di permenaker disampaikan, satu bulan sebelum UMP ditetapkan, dewan pengupahan
              provinsi harus menetapkan KHL provinsi dengan menga mengacu data-data BPS.

              Sampai saat ini di dewan pengupahan belum menerima data-data tersebut dari BPS, otomatis
              menggunakan formulasi.

              "Dengan kondisi sekarang jika akan gunakan formulasi inflasi dan pertumbuhan ekonomi, itu
              minus, ortomatis UMP turun, saya tidak mau buruh jadinya turun. Satu-satunya ya surat edaran
              Jadi win-win solusi," tutur dia.

              "Ya.  Tinggal  tanda  tangan  Gubernur,  kemudian  ditetapkan  dan  diumumkan,"ucapnya
              melanjutkan.***.




                                                          1408
   1404   1405   1406   1407   1408   1409   1410   1411   1412   1413   1414