Page 1404 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1404

negative - Muhamad Sidarta (Ketua DPD Federasi Serikat Pekerja Logam Elektronik Mesin Serikat
              Pekerja Seluruh Indonesia) Pemerintah sudah sejak awal menggulirkan opini itu (tidak naik),
              menggiring supaya rakyat khususnya kaum buruh memaklumi kalau upah buruh 2021 tidak naik,
              akan disamakan dengan upah tahun 2020. Artinya, pemerintah tidak pro rakyat, tidak pro buruh
              sebenarnya  masalah  seperti  ini  bukan  pertama  kali,  kita  pernah  krisis  98.  Upah  naik  tidak
              masalah

              neutral - Muhamad Sidarta (Ketua DPD Federasi Serikat Pekerja Logam Elektronik Mesin Serikat
              Pekerja Seluruh Indonesia) Pemerintah tetap menaikkan upah buruh sebagai jaring pengaman,
              yaitu upah minimum baik UMP, UMK dan UMSK sebagai jaring pengamanan

              negative - Muhamad Sidarta (Ketua DPD Federasi Serikat Pekerja Logam Elektronik Mesin Serikat
              Pekerja Seluruh Indonesia) Kami menolak isi surat edaran tersebut, itu pasti akan memperlemah
              daya beli kaum buruh dan rakyat. Karena upah buruh dibelanjakan untuk pedagang, ojek, untuk
              mengontrak rumah dibelanjakan lagi kalau daya beli (buruh) melemah tentu masyarakat lain
              juga melemah



              Ringkasan

              Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi ( Disnakertrans ) Jawa Barat Rachmat
              Taufik Garsadi mengaku akan mengundang rapat tim pengupahan untuk menindaklanjuti surat
              edaran Menteri Ketenagakerjaan soal upah minimum provinsi ( UMP ) 2021.

              Hal  itu  disampaikan  Taufik  usai  mendengar  tuntutan  ribuan  buruh  yang  menggelar  demo
              menolak upah minimum 2021 tak naik di depan Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (27/10).


              DISNAKERTRANS JABAR RESPONS TUNTUTAN BURUH SOAL UMP 2021

              Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi ( Disnakertrans ) Jawa Barat Rachmat
              Taufik Garsadi mengaku akan mengundang rapat tim pengupahan untuk menindaklanjuti surat
              edaran Menteri Ketenagakerjaan soal upah minimum provinsi ( UMP ) 2021.

              Hal  itu  disampaikan  Taufik  usai  mendengar  tuntutan  ribuan  buruh  yang  menggelar  demo
              menolak upah minimum 2021 tak naik di depan Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (27/10).

              Menurut Taufik, pihaknya akan tetap merekomendasikan besaran UMP 2021 sama dengan UMP
              2020  mengacu  Surat  Edaran  Menteri  Ketenagakerjaan  (Menaker)  Nomor  M/ll/HK  .04/X/2020
              tentang Penetapan Upah Minimum Tahun 2021 Pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019
              (Covid-19).

              "UMP  tetap  kami  rekomendasikan  dengan  rekomendasi  dari  Dewan  Pengupahan  Provinsi
              menggunakan surat edaran dari Menteri Tenaga Kerja, karena kami tidak punya payung hukum
              yang lain. Payung hukum PP 78 itu seharusnya sudah keluar kebutuhan hidup layak (KHL),"
              katanya.

              Disnakertrans  Jabar,  ia  melanjutkan  akan  segera  menetapkan  UMP  2021  paling  lambat  1
              November 2020.
              "Kami  hari  ini  akan  disampaikan  ke  gubernur  minimal  sesuai  dengan  PP,  harus  ditetapkan
              selambat-lambatnya  1  November  dan  diumumkan  1  November.  Isinya  sesuai  dengan  SE
              Menaker," tegasnya.



                                                          1403
   1399   1400   1401   1402   1403   1404   1405   1406   1407   1408   1409