Page 1401 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1401

Penerbitan SE ini juga dilatarbelakangi keberadaan pandemi Covid-19 yang telah berdampak
              pada kondisi perekonomian dan kemampuan perusahaan dalam memenuhi hak pekerja/buruh
              termasuk  dalam  membayar  upah.  Dengan  SE  ini,  pemerintah  memberikan  perlindungan dan
              keberlangsungan bekerja bagi pekerja/buruh serta menjaga kelangsungan usaha.

              "Mempertimbangkan  kondisi  perekonomian  Indonesia  pada  masa  pandemi  Covid-19  dan
              perlunya pemulihan ekonomi nasional, diminta kepada Gubernur untuk melakukan penyesuaian
              penetapan nilai Upah Minimum Tahun 2021 sama dengan nilai Upah Minimum Tahun 2020,"
              kata Menaker Ida, Selasa (27/10/2020) seperti tertuang dalam SE.

              Surat edaran penetapan upah minimum tersebut diteken oleh Menaker pada 26 Oktober 2020.
              Selanjutnya, upah minimum 2021 ini secara resmi akan ditetapkan dan diumumkan oleh seluruh
              pemerintah daerah pada akhir Oktober 2020.

              "Melaksanakan  penetapan  upah  minimum  setelah  tahun  2021  sesuai  ketentuan  peraturan
              perundang-undangan.  Menetapkan  dan  mengumumkan  Upah  Minimum  Provinsi  Tahun  2021
              pada tanggal 31 Oktober 2020," kata Menaker Ida.

              "Sehubungan dengan hal tersebut di atas, diminta kepada saudara untuk menindaklanjuti dan
              menyampaikan Surat Edaran ini kepada bupati/wali kota serta pemangku kepentingan terkait di
              wilayah saudara," sambungnya.
              SE  Menteri  Ketenagakerjaan  ini  mendapat  protes  keras  dari  Konfederasi  Serikat  Pekerja
              Indonesia (KSPI) yang menilai Menaker tidak memiliki sensitivitas terhadap nasib buruh dan
              hanya  memprioritaskan  kepentingan  pengusaha  semata.  Presiden  KSPI  Said  Iqbal  mengakui
              pengusaha memang sedang susah. Namun, buruh juga jauh lebih susah.

              Menurut Said Iqbal, seharusnya pemerintah bisa bersikap lebih adil, yaitu tetap ada kenaikan
              upah  minimum  2021.  Tetapi  bagi  perusahaan  yang  tidak  mampu  maka  dapat  melakukan
              penangguhan dengan tidak menaikan upah minimum setelah berunding dengan serikat pekerja
              di tingkat perusahaan dan melaporkannya ke Kemenaker.

              "Jangan dipukul rata semua perusahaan tidak mampu. Faktanya di tahun 1998 pun tetap ada
              kenaikan  upah  minimum  untuk  menjaga  daya  beli  masyarakat.  Kita  juga  mempertanyakan,
              apakah  presiden  sudah  mengetahui  keputusan  Menaker  ini?  Atau  hanya  keputusan  sepihak
              Menaker?," kata Said Iqbal dalam keterangannya, Selasa (27/10/2020).

              Karena itu, kata Said Iqbal, KSPI dan seluruh serikat buruh di Indonesia akan melakukan aksi
              nasional besar-besaran di 24 provinsi pada 2 November dan 9 sampai 10 November yang diikuti
              puluhan dan bahkan ratusan ribu buruh di Mahkamah Konstitusi, Istana, DPR, dan di kantor
              Gubernur di seluruh Indonesia.

              "Aksi nasional kami ini akan membawa 2 agenda, yakni membatalkan Omnibus Law UU Cipta
              Kerja  dan  harus  ada  kenaikan  upah  minimum  2021  untuk  menjaga  daya  beli  masyarakat,"
              ungkap dia.

              KSPI menyebut 4 alasan mengapa upah minimum 2021 harus naik.

              Pertama, jika upah minimum tidak naik, kata Said Iqbal, hal ini akan membuat situasi semakin
              panas. Apalagi saat ini para buruh masih memperjuangkan penolakan terhadap UU Cipta Kerja.

              "Di mana seiring dengan penolakan Omnibus Law, buruh juga akan menyuarakan agar upah
              minimum 2021 tetap naik. Sehingga aksi-aksi akan semakin besar," tutur dia.

              Kedua, alasan upah tidak naik karena saat ini pertumbuhan ekonomi minus tidak tepat. Said
              Iqbal kemudian membandingkan dengan apa yang terjadi pada tahun 1998, 1999, dan 2000.

                                                          1400
   1396   1397   1398   1399   1400   1401   1402   1403   1404   1405   1406