Page 1407 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1407

UMP 2021 UNTUK BURUH DENGAN MASA KERJA DI ATAS 1 TAHUN HARUSNYA
              NAIK
              Pengamat  Ketenagakerjaan  Aloysius  Uwiyono  tidak  mempermasalahkan  keputusan  Menteri
              Ketenagakerjaan (Menaker) yang menetapkan upah minimum provinsi 2021 ( UMP 2021 ) setara
              dengan UMP 2020. Dengan catatan, ketetapan itu berlaku bagi pekerja dengan masa kontrak di
              bawah 1 tahun.

              "Yang penting penerapan upah minimum tersebut diberlakukan benar-benar pada pekerja atau
              buruh yang bermasa kerja kurang dari 1 tahun," kata Aloysius kepada Liputan6.com, Selasa
              (27/10/2020).

              Di sisi lain, ia menilai pekerja atau buruh yang mempunyai masa kerja lebih dari 1 tahun berhak
              dibayar di atas UMP 2021 . Pemerintah pun wajib melakukan pengawasan super ketat kepada
              tiap perusahaan agar pembayaran itu dilakukan.

              Sebab menurut dia, konsep upah minimum merupakan cara untuk mencegah agar para pekerja
              aau buruh yang baru kerja tidak dibayar di bawah standar gaji ( safety net ).

              "Berarti pekerja atau buruh yang bermasa kerja di atas 1 tahun harus dibayar lebih. Masa mereka
              yang bermasa kerja lebih dari 1 tahun dibayar sama dengan yang baru masuk kerja? Nggak
              mungkin dong," serunya.

              Aloysius pun meminta pemerintah dan serikat pekerja untuk dapat bernegosiasi dengan setiap
              perusahaan. Itu agar para buruh dengan status kerja lebih dari 1 tahun berhak memperoleh gaji
              di atas ketentuan UMP 2021 .

              "Dirundingkan secara musyawarah pada masing-masing perusahaan," ujar dia.

              Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah memutuskan untuk tidak menaikkan upah
              minimum tahun 2021 ( UMP 2021 ). Hal tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Menteri
              Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 11/HK04/X/2020 tentang Penetapan Upah Minimum
              tahun 2021 pada Masa Pandemi Covid-19.

              Dikutip  dari  Surat  Edaran  Menaker  tersebut,  Selasa  (27/10/2020),  pandemi  Covid-19  telah
              berdampak  pada  kondisi  perekonomian  dan  kemampuan  perusahaan  dalam  memenuhi  hak
              pekerja dan buruh termasuk dalam membayar upah.

              Dalam rangka memberikan perlindungan dan kelangsungan usaha, perlu dilakukan penyesuaian
              terhadap penetapan upah minimum pada situasi pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19.

              Atas  dasar  hal  tersebut,  Menteri  Ida  Fauziyah  meminta  kepada  para  gubernur  di  seluruh
              Indonesia  untuk  melakukan  penyesuaian  penetapan  nilai  Upah  Minimum  Tahun  2021  sama
              dengan nilai Upah Minimum tahun 2020. Dengan kata lain tidak ada kenaikan UMP 2021 .

              Ida juga meminta kepada para gubernur untuk melaksanakan penetapan upah minimum setelah
              tahun 2021 sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

              Dalam SE ini, para kepala daerah wajib mengumumkan upah minimum provinsi tahun 2021 pada
              31 Oktober 2020.

              Direktur Pengupahan Kemnaker, Dinar Titus Jogaswitani menambahkan, dalam SE tersebut tidak
              ada kata kenaikan sehingga UMP 2021 sama dengan tahun ini.

              "Jadi nilai upah minimum 2021 sama dengan nilai upah minimum 2020. Tidak ada kenaikan dan
              di SE tidak ada kata kenaikan," tegas Dinar Titus Jogaswitani.


                                                          1406
   1402   1403   1404   1405   1406   1407   1408   1409   1410   1411   1412