Page 1479 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1479

OPSI USULKAN KENAIKAN UPAH 1,5%-2% SEBAGAI JALAN TENGAH

              Sekjen Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (OPSI) Timboel Siregar menilai kehadiran Surat
              Edaran (SE) Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) tentang penetapan upah minimum 2021 yang
              ditujukan kepada para gubernur merupakan hal biasa setiap tahunnya.

              Timboel bilang, SE memang dikeluarkan Menaker sebagai acuan bagi para gubernur sebelum
              menetapkan upah minimum tahun berikutnya. Upah minimum ditetapkan oleh para gubernur
              paling lambat tanggal 1 November tahun berjalan. Jadi sebelum tanggal 1 November 2020 para
              gubernur diharapkan sudah menetapkan upah minimum, baik berupa upah minimum provinsi
              (UMP) maupun upah minimum kota/kabupaten (UMK).

              "Saya menilai SE Menaker tersebut adalah sebuah himbauan, dan bukan sebuah regulasi yang
              wajib dipatuhi Gubernur. Mengacu pada UU No. 13 Tahun 2003 atau pun UU Cipta Kerja, yang
              memiliki  hak  prerogatif  menetapkan  upah  minimum  adalah  gubernur,  sehingga  bisa  saja
              gubernur menetapkan upah minimum tidak sesuai dengan SE Menaker," jelas Timboel dalam
              siaran pers, Selasa (27/10).

              Perbedaan penetapan upah minimum dengan SE kerap kali terjadi di tahun-tahun sebelumya.
              Misalnya,  SE  Menaker  menghimbau  dan  meminta  kenaikan  8%,  tetapi  ada  gubernur  yang
              menetapkan kenaikan upah minimum lebih dari 8%. "Ini biasa terjadi dari tahun ke tahun," kata
              Timboel.Permintaan Menaker kepada Gubernur untuk tidak menaikkan upah minimum di 2021
              didasari oleh perhitungan 64 item KHL (Kebutuhan Hidup Layak) yang telah ditetapkan Menaker.
              Walaupun ada kenaikan 4 item KHL, sebelumnya 60 item KHL, namun pemerintah menurunkan
              kualitas item-item KHL lainnya sehingga ketika dijumlahkan berdasarkan data BPS maka nilai
              total KHL sebagai acuan UM di 2021 tidak mengalami kenaikan.

              "Saya kira penambahan 4 item KHL dengan menurunkan kualitas beberapa item KHL yang lama
              adalah tidak tepat, dan ini tidak obyektif melihat kondisi riil di masyarakat. Saya menilai hal
              tersebut dilakukan Pemerintah hanya untuk mencapai target yaitu tidak ada kenaikan UM di
              2021. Ini tidak fair," jelasnya.
              Timboel  menyebut,  SE  Menaker  tahun  ini  akan  diprotes  oleh  kalangan  SerikatPekerja
              (SP)/Serikat  Buruh  (SB).  Kalangan  SP/SB  menilai  SE  ini  akan  mempengaruhi  para  Gubernur
              untuk tidak menaikkan upah minimum tahun 2021.

              Maka  Timboel  mengatakan,  SP/SB  harus  bisa  mempengaruhi  para  gubernur  untuk  tidak
              mengikuti SE Menaker tersebut dan meyakinkan Gubernur untuk tetap menaikkan UM dalam
              persentase yang wajar dan bijak, yang bisa mendukung daya beli pekerja dan kelangsungan
              usaha.

              "Saya menilai permintaan Menaker untuk tidak menaikkan upah minimum di 2021 dan adanya
              usulan SP yang meminta kenaikan UM di 2021 sebesar 8% adalah tidak tepat. Harus dicari solusi
              kenaikan  upah  minimum  2021  dengan  tetap  mempertimbangkan  kesejahteraan  pekerja  dan
              kelangsungan usaha," jelas Timboel.
              Kenaikan upah minimum dengan mempertimbangkan inflasi year on year (yoy) akan memiliki
              dampak ikutan yang positif. Dengan adanya kenaikan upah minimum maka daya beli pekerja
              tidak  tergerus  oleh  inflasi  sehingga  pekerja  dan  keluarganya  bisa  mempertahankan  tingkat
              konsumsinya.
              Dengan tingkat konsumsi yang tidak turun tentunya akan mendukung tingkat konsumsi agregat
              sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi kita. Konsumsi agregat mendukung 55% - 60%
              terhadap pertumbuhan ekonomi.



                                                          1478
   1474   1475   1476   1477   1478   1479   1480   1481   1482   1483   1484