Page 1492 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1492

Ida mengatakan, penerbitan SE tersebut berdasarkan kajian yang dilakukan secara mendalam
              oleh Dewan Pengupahan Nasional (Depenas) terkait dampak Covid-19 terhadap pengupahan.
              Pandemi Covid-19 telah berdampak kondisi perekonomian dan kemampuan perusahaan dalam
              memenuhi hak pekerja/buruh termasuk dalam membayar upah.

              SE tersebut juga dalam rangka memberikan perlindungan dan keberlangsungan bekerja bagi
              pekerja/buruh  serta  menjaga  kelangsungan  usaha.  Sebab  itu,  perlu  dilakukan  penyesuaian
              terhadap penetapan upah minimum pada situasi pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-
              19."Di samping itu tentu saja harus diingat bahwa pemerintah tetap memperhatikan kemampuan
              daya beli para pekerja melalui subsidi gaji/upah. Sesungguhnya bantalan sosial sudah disediakan
              oleh pemerintah. Jadi pemerintah tidak begitu saja menetapkan itu karena ada beberapa langkah
              yang sudah dilakukan," terang dia.

              Sebagai informasi, SE penetapan upah minimum tersebut diteken oleh Menaker pada 26 Oktober
              2020 dan ditujukan kepada para Gubernur.

              SE tersebut meminta Gubernur untuk melakukan penyesuaian penetapan nilai Upah Minimum
              Tahun  2021  sama  dengan  nilai  Upah  Minimum  Tahun  2020,  melaksanakan  penetapan  upah
              minimum  setelah  tahun  2021  sesuai  ketentuan  peraturan  perundang-undangan,  serta
              menetapkan dan mengumumkan Upah Minimum Provinsi Tahun 2021 pada tanggal 31 Oktober
              2020.

              Selanjutnya, upah minimum 2021 ini secara resmi akan ditetapkan dan diumumkan oleh seluruh
              pemerintah daerah pada akhir Oktober 2020.















































                                                          1491
   1487   1488   1489   1490   1491   1492   1493   1494   1495   1496   1497