Page 1490 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1490

"Pemerintah akan terus memperbaiki daya beli masyarakat," ucap Ani, sapaan akrabnya, saat
              konferensi pers virtual hasil rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) periode Kuartal III
              2020, Selasa (27/10).

              Menurutnya, hal ini tak berbeda dengan kebijakan yang saat ini dilakukan pemerintah. Pada
              tahun  ini,  pemerintah  mengalokasikan  dana  sekitar  Rp220  triliun  untuk  perlindungan  sosial
              melalui berbagai bansos di program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

              Dana  ini  masuk  ke  Program  Keluarga  Harapan  (PKH),  Kartu  Sembako, Bansos  Jabodetabek,
              Bansos Non Jabodetabek, dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa. Selain itu juga masuk
              ke Kartu Prakerja, subsidi gaji bagi pekerja dengan upah di bawah Rp5 juta, hingga diskon listrik
              dan subsidi kuota internet.

              "Ini semua untuk cover agar daya beli tetap terjaga tanpa bebani sektor usaha yang tengah
              tertekan," katanya.

              Lebih lanjut, bendahara negara menilai tingkat daya beli masyarakat mungkin bisa mendapat
              kompensasi dari tingkat inflasi yang terjaga. Artinya, inflasi alias tingkat kenaikan harga yang
              selama ini menekan daya beli masyarakat kemungkinan tidak besar.

              Saat ini, Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi berada di bawah 2 persen pada 2020 dan
              masih cukup rendah di target 3 persen plus minus 1 persen pada 2021.

              "Inflasi kita cukup rendah jadi dari sisi inflasi yang biasanya mengurangi daya beli masyarakat
              itu memang dalam situasi yang rendah," imbuhnya.

              Di sisi lain, mantan direktur pelaksana Bank Dunia itu menilai UMP 2021 yang tidak naik dinilai
              cukup wajar karena dunia usaha tengah tertekan dampak pandemi covid-19. Dengan begitu,
              kebijakan upah yang sama pada tahun depan dengan tahun ini diharapkan bisa memberi ruang
              bagi dunia usaha.

              "Tetap jadi perhatian karena sektor usaha masih dalam situasi yang sangat-sangat tertekan dan
              masyarakat juga tertekan sehingga kita harus sama-sama menjaganya untuk bisa pulih dengan
              tidak  menimbulkan  trigger  salah  satunya  yang  menimbulkan  dampak  negatif  kepada  yang
              lainnya," jelasnya.

              Sebelumnya,  Menteri  Ketenagakerjaan  Ida  Fauziyah  menetapkan  upah  minimum  pada  2021
              sama dengan 2020. Hal itu tertuang dalam Surat Edaran Nomor M/11/HK.04/X/2020 tentang
              Penetapan Upah Minimum Tahun 2021 pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-
              19).

              "Mempertimbangkan  kondisi  perekonomian  Indonesia  pada  masa  pandemi  covid-19  dan
              perlunya  pemulihan  ekonomi  nasional,  diminta  kepada  Gubernur  untuk:  1.  melakukan
              penyesuaian  penetapan  nilai  Upah  Minimum  Tahun  2021  sama  dengan  nilai  Upah  Minimum
              Tahun 2020," ujar Ida.
















                                                          1489
   1485   1486   1487   1488   1489   1490   1491   1492   1493   1494   1495