Page 1577 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1577

Terkait  itu,  Said  Iqbal memprediksi  aksi  perlawanan  buruh  akan  semakin  menguat  terhadap
              penolakan tidak adanya kenaikan upah minimum 2021 dan penolakan omnibus law UU Cipta
              Kerja.

              "Menaker tidak memiliki sensitivitas nasib buruh, hanya memandang kepentingan pengusaha
              semata," katanya dalam keterangan tertulisnya, Selasa (27/10/2020).

              Menurut dia, para pengusaha memang sedang sudah, namun para buruh juga lebih susah.

              Karena  itu,  ia  meminta  pemerintah  untuk  bersikap  lebih  adil  dengan  tetap  menaikkan  upah
              minimum di tahun 2021.

              Sambungnya,  bagi  perusahaan  yang  tidak  mampu  menaikkan  upah,  maka  dapat  melakukan
              penangguhan  setelah  berunding  dengan  serikat  pekerja  di  tingkat  perusahaan  dan
              melaporkannya ke Kemenaker.
              "Jangan dipukul rata semua perusahaan tidak mampu. Faktanya di tahun 1998 pun tetap ada
              kenaikan upah minimum untuk menjaga daya beli masyarakat," tegasnya.

              Lebih lanjut, ia pun meragukan permintaan Menaker tersebut sudah dilakukan atas persetujuan
              Presiden Joko Widodo.

              Merasa kecewa dengan keputusan tersebut, KSPI dan seluruh serikat buruh di Indonesia akan
              melakukan aksi nasional besar-besaran di 24 Provinsi pada 2 November di Mahkamah Konstitusi,
              Istana Negara.














































                                                          1576
   1572   1573   1574   1575   1576   1577   1578   1579   1580   1581   1582