Page 1579 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1579

Ada yang menarik saat buruh tersebut menggelar aksinya. Di sela-sela demo, mereka menghibur
              para buruh berjoget di depan Gedung Sate.


              DEMO DI GEDUNG SATE RIBUAN BURUH BERJOGET REGGAE

              Ribuan buruh dari gabungan berbagai serikat pekerja berunjuk rasa di depan Gedung Sate, Kota
              Bandung pada Selasa (27/10). Mereka menolak Upah Minimum 2021 yang ditetapkan tak naik
              atau sama dengan Upah Minimum 2020 karena situasi pandemi COVID-19.
              Ada yang menarik saat buruh tersebut menggelar aksinya. Di sela-sela demo, mereka menghibur
              para buruh berjoget di depan Gedung Sate.

              Mereka, berjoget gaya reggae dengan diiringi lagu 'Buruh, Tani, Mahasiswa'. Sebagian buruh
              yang lain, memilih berteduh karena hujan mulai turun.

              Sebelumnya,  tak  naiknya  upah  minimum  2021  tertuang  dalam  Surat  Edaran  Menteri
              Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah Nomor M/ll/HK .04/X/2020 tentang Penetapan Upah
              Minimum  Tahun  2021  Pada  Masa  Pandemi  Corona  Virus  Disease  2019  (COVID-19).  Surat
              tersebut ditujukan kepada para gubernur.

              Menurut Ketua DPD FSP LEM SPSI Jabar Muhamad Sidarta, kondisi pandemi Covid-19 seolah-
              olah menggiring buruh agar memaklumi tak naiknya upah minimum 2021.

              Pemerintah,  kata  dia,  sudah  sejak  awal  menggulirkan  opini  itu,  menggiring  opini  itu  supaya
              rakyat, khususnya kaum buruh memaklumi kalau upah buruh 2021 tidak naik, akan disamakan
              dengan upah tahun 2020.

              "Artinya apa? Pemerintah tidak pro rakyat, tidak pro buruh sebenarnya masalah seperti ini bukan
              pertama kali kita pernah krisis 98. Upah naik tidak masalah," ujar Sidarta di Gedung Sate, Selasa
              (27/10).
              Menurut  Sidarta,  tahun  depan  belum  tentu  kondisi  ekonomi  tidak  membaik.  Berkaca  dari
              pengalaman, ekonomi Indonesia masih bisa terselamatkan tanpa harus menunda kenaikan upah
              minimum bagi buruh.

              "Pemerintah tetap menaikkan upah buruh sebagai jaring pengaman yaitu upah minimum baik
              UMP, UMK dan UMSK sebagai jaring pengamanan," katanya.

              Tak  naiknya  upah  minimum  2021,  kata  dia,  akan  berpengaruh  pada  daya  beli  masyarakat,
              ujungnya nanti mengganggu pertumbuhan ekonomi secara nasional.

              "Kami menolak isi surat edaran tersebut, itu pasti akan memperlemah daya beli kaum buruh dan
              rakyat,  karena  upah  buruh  dibelanjakan  untuk  pedagang,  ojek,  untuk  mengontrak  rumah
              dibelanjakan  lagi  kalau  daya  beli  (buruh)  melemah  tentu  masyarakat  lain  juga  melemah,"
              paparnya.

              Ketua Umum Pimpinan Pusat FSP TSK SPSI Roy Jinto Ferianto mengatakan, sedianya ada lima
              tuntutan yang dibawa gabungan serikat pekerja dalam unjuk rasa itu. Di samping menolak tak
              naiknya upah minimum 2021, buruh juga mendesak agar Omnibus Law UU Cipta Kerja dicabut.

              "UU Cipta Kerja itu cacat formal dari jumlah halamannya, artinya menandakan bahwa terjadi
              kekacauan  dan  DPR  tidak  siap  melakukan  pengesahan.  Kami  melakukan  mosi  tidak  percaya
              kepada DPR RI khususnya fraksi yang menyetujui Omnibys Law ini," katanya.




                                                          1578
   1574   1575   1576   1577   1578   1579   1580   1581   1582   1583   1584