Page 1582 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1582

Andi  Gani  meminta  pemerintah  untuk  meninjau  ulang  kebijakan  tersebut.  Menurutnya,
              pemerintah harus mengajak bicara serikat buruh sebelum memutuskan.
              Dirinya mengakui pengusaha memang banyak yang lagi dalam kondisi susah. Tapi buruh juga
              jauh lebih susah. Seharusnya pemerintah bisa bersikap lebih adil, yaitu tetap ada kenaikan UMP
              2021 .

              Sementara, bagi perusahaan yang tidak mampu dapat melakukan penangguhan dengan tidak
              menaikkan  UMP  setelah  berunding  dengan  serikat  pekerja  di  tingkat  perusahaan  dan
              melaporkannya ke Kementerian Ketenagakerjaan.

              Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah resmi memutuskan tidak ada kenaikan UMP
              2021 .

              Keputusan ini tertuang dalam Surat Edaran (SE) Menaker Nomor M/11/HK.04/X/2020 tentang
              Penetapan Upah Minimum Tahun 2021 pada masa Pandemi Covid-19.

              Lewat  surat  edaran  tersebut,  Ida  mengatakan,  keputusan  ini  mempertimbangkan  kondisi
              perekonomian  di  masa  pandemi  dan  perlunya  pemulihan  ekonomi  nasional.  Gubernur  pun
              diminta melakukan tiga kebijakan di daerah mereka.

              Kebijakan pertama yaitu melakukan penyesuaian penetapan UMP 2021 . Kedua, melaksanakan
              penetapan upah minimum setelah tahun 2021 sesuai ketentuan perundang-undangan. Kebijakan
              ketiga mengumumkan UMP tahun 2021 pada 31 Oktober 2020.
              Menteri  Ketenagakerjaan  Ida  Fauziyah  memutuskan  untuk  tidak  menaikkan  upah  minimum
              tahun  2021  (UMP  2021).  Hal  tersebut  tertuang  dalam  Surat  Edaran  (SE)  Menteri
              Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 11/HK04/X/2020 tentang Penetapan Upah Minimum
              tahun 2021 pada Masa Pandemi Covid-19.
              Dikutip  dari  Surat  Edaran  Menaker  tersebut,  Selasa  (27/10/2020),  pandemi  Covid-19  telah
              berdampak  pada  kondisi  perekonomian  dan  kemampuan  perusahaan  dalam  memenuhi  hak
              pekerja dan buruh termasuk dalam membayar upah.

              Dalam rangka memberikan perlindungan dan kelangsungan usaha, perlu dilakukan penyesuaian
              terhadap penetapan upah minimum pada situasi pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19.

              Atas  dasar  hal  tersebut,  Menteri  Ida  Fauziyah  meminta  kepada  para  gubernur  di  seluruh
              Indonesia  untuk  melakukan  penyesuaian  penetapan  nilai  Upah  Minimum  Tahun  2021  sama
              dengan nilai Upah Minimum tahun 2020. Dengan kata lain tidak ada kenaikan UMP 2021.

              Ida juga meminta kepada para gubernur untuk melaksanakan penetapan upah minimum setelah
              tahun 2021 sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

              Dalam SE ini, para kepala daerah wajib mengumumkan upah minimum provinsi tahun 2021 pada
              31 Oktober 2020.
              Direktur Pengupahan Kemnaker, Dinar Titus Jogaswitani menambahkan, dalam SE tersebut tidak
              ada kata kenaikan sehingga UMP 2021 sama dengan tahun ini.

              "Jadi nilai upah minimum 2021 sama dengan nilai upah minimum 2020. Tidak ada kenaikan dan
              di SE tidak ada kata kenaikan," tegas Dinar Titus Jogaswitani.






                                                          1581
   1577   1578   1579   1580   1581   1582   1583   1584   1585   1586   1587