Page 1601 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1601

Andi mengaku kecewa di saat kondisi sulit akibat pandemi COVID-19, keputusan itu muncul.
              Keputusan ini pun diyakini akan membuat daya beli masyarakat semakin menurun di tengah
              kondisi ekonomi yang sulit.

              "Sangat memberatkan buruh dalam kondisi kesulitan ekonomi dan daya beli masyarakat yang
              lagi turun, tentu sangat berat," ujar Andi, di Jakarta, Selasa, 27 Oktober 2020.

              Dia  juga  meminta  pemerintah  untuk  meninjau  ulang  kebijakan  tersebut.  Menurutnya,
              pemerintah harus mengajak bicara serikat buruh sebelum memutuskan.

              Andi mengakui pengusaha memang banyak yang lagi dalam kondisi susah. Tapi, ditegaskannya
              bahwa buruh juga jauh lebih susah. "Seharusnya pemerintah bisa bersikap lebih adil, yaitu tetap
              ada kenaikan UMP 2021," kata dia.

              Sementara  itu,  lanjut  dia,  bagi  perusahaan yang  tidak  mampu,  sebetulnya  dapat  melakukan
              penangguhan dengan tidak menaikkan UMP setelah berunding dengan serikat pekerja di tingkat
              perusahaan. Kemudian bisa melaporkannya kepada Kementerian Ketenagakerjaan.

              Diberitakan  sebelumnya,  Menteri  Ketenagakerjaan  Ida  Fauziyah  memutuskan  untuk  tidak
              menaikkan Upah Minimum Tahun 2021. Keputusan itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Menteri
              Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 11/HK04/X/2020 tentang Penetapan Upah Minimum
              tahun 2021 pada Masa Pandemi COVID-19.

              Dikutip  dari  surat  edaran  tersebut,  Menaker  menjelaskan  bahwa  pandemi  COVID-19  telah
              berdampak pada kondisi perekonomian dan kemampuan perusahaan dalam rangka memenuhi
              hal pekerja/buruh termasuk dalam hal membayar upah.

              Dalam rangka memberikan perlindungan dan kelangsungan usaha, perlu dilakukan penyesuaian
              terhadap penetapan upah minimum pada situasi pemulihan ekonomi di masa pandemi COVID-
              19.

              Atas dasar itu, Menaker meminta kepada gubernur di seluruh Indonesia untuk menyesuaikan
              penetapan Upah Minimun Tahun 2021 sama dengan Upah Minimum Tahun 2020. Dengan kata
              lain, tidak ada kenaikan Upah Minimum.

              "Melakukan penyesuaian penetapan nilai Upah Minimum Tahun 2021 sama dengan nilai Upah
              Minimum tahun 2020," tulis Menaker dalam surat edaran.

              Gubernur juga diminta melaksanakan penetapan Upah Minimum Provinsi sesuai peraturan yang
              berlaku,  serta  menetapkan  dan  mengumumkan  Upah  Minimum  Provinsi  Tahun  2021  pada
              tanggal 31 Oktober 2020.























                                                          1600
   1596   1597   1598   1599   1600   1601   1602   1603   1604   1605   1606