Page 1605 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1605

Sekjen DPD (KSPSI) Yogyakarta Irsyad Ade Irawan mengatakan SE Menaker tentang penetapan
              UM 2021 bukanlah merupakan produk hukum. Sehingga SE Menaker tidak bisa dijadikan acuan
              dalam penetapan UM 2021.



              BURUH TUNTUT MENAKER CABUT ATURAN SOAL UPAH MINIMUM TAK NAIK

              Konfederasi  Serikat  Pekerja  Seluruh  Indonesia  (KSPSI)  Daerah  Istimewa  Yogyakarta  menilai
              Surat  Edaran  (SE)  Menaker  tentang  penetapan  upah  minimum  (UM)  2021  tidak  adil.  KSPSI
              meminta Menaker mencabut SE tersebut.

              Sekjen DPD (KSPSI) Yogyakarta Irsyad Ade Irawan mengatakan SE Menaker tentang penetapan
              UM 2021 bukanlah merupakan produk hukum. Sehingga SE Menaker tidak bisa dijadikan acuan
              dalam penetapan UM 2021.
              "Karena  itu  kami  minta  cabut  SE  Menaker  tentang  penetapan  UM  2021,"  katanya  melalui
              keterangan tertulis untuk wartawan, Selasa (27/10/2020).

              Selaim  itu,  pihaknya  menilai  SE  Menaker  tersebut  semakin  menandakan  bahwa  rezim
              pemerintahan  Jokowi  tidak  berdiri  di  atas  semua  golongan.  Tetapi  melayani  kepentingan
              pengusaha atau pemilik modal.

              "Jadi  SE  Menaker  itu  adalah  suatu  bentuk  kongkrit  penindasan  dan  akan  menyebabkan
              penderitaan bagi sebagian besar masyarakat Indonesia terutamanya buruh," ujarnya.

              Pasalnya, SE Menaker tersebut justru akan membuat Indonesia semakin terjerembab ke dalam
              jurang resesi. Apalagi, SE tersebut tidak akan meningkatkan daya beli dan konsumsi masyarakat
              "SE Menaker tersebut merupakan suatu bentuk ketidakadilan bagi buruh yang selama ini telah
              menjadi  tulang  punggung  perekonomian  dan  menyumbangkan  banyak  keuntungan  bagi
              pengusaha," ucapnya.

              "Dan  oleh  karena  itu  pada  prinsipnya  SE  tersebut  merupakan  suatu  bentuk  pengkhianatan
              terhadap sila ke-5, yaitu Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia," lanjut Irsyad.

              Diberitakan sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah memutuskan untuk
              tidak menaikkan upah minimum 2021. Upah minimum tahun depan diputuskan sama dengan
              tahun ini.

              Hal itu berdasarkan Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan Nomor M/ll/HK .04/X/2020 tentang
              Penetapan Upah Minimum Tahun 2021 Pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-
              19).

              "Penetapan  upah  minimum  tahun  2021  mempertimbangkan kondisi perekonomian  Indonesia
              pada  masa  pandemi  COVID-19  dan  perlunya  pemulihan  ekonomi  nasional,  diminta  kepada
              gubernur untuk (1) melakukan penyesuaian penetapan nilai upah minimum tahun 2021 sama
              dengan  nilai  upah  minimum  tahun  2020,"  kata  Ida  melalui  SE  tersebut  dikutip  Selasa
              (27/10/2020).

              Poin 2 meminta gubernur melaksanakan penetapan upah minimum setelah tahun 2021 sesuai
              ketentuan  peraturan  perundang-undangan.  Poin  3  menetapkan  dan  mengumumkan  upah
              minimum provinsi tahun 2021 pada tanggal 31 Oktober 2020.

              "Sehubungan dengan hal tersebut di atas, diminta kepada Saudara untuk menindaklanjuti dan
              menyampaikan Surat Edaran ini kepada Bupati/WaIi Kota serta pemangku kepentingan terkait
              di wilayah Saudara," tambah Menaker.


                                                          1604
   1600   1601   1602   1603   1604   1605   1606   1607   1608   1609   1610