Page 1607 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1607

BESARAN UMK 2021 DI 27 KABUPATEN/KOTA DI JABAR MENGIKUTI SURAT
              EDARAN MENAKER, BURUH MENOLAK KERAS
              Besaran Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) di Jawa Barat 2021 akan sama dengan UMK
              yang ditetapkan oleh Gubernur Ridwan Kamil pada penetapan upah minimum provinsi (UMP)
              2020.

              Hal ini jika Pemprov Jawa Barat mengikuti Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan Ida Fuziah,
              tentang Upah Minimum Tahun 2021 .

              Surat Edaran (SE) Nomor M/11/HK.04/2020 ini mengatur tentang Penetapan Upah Minimum
              Tahun 2021 pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang ditujukan kepada
              gubernur se-Indonesia.

              Maka, besaran angka UMK 2020 untuk kabupaten dan kota di Jawa Barat akan sama dengan
              UMK 2020.

              Sejumlah buruh di Jawa Barat pun melakukan aksi demo buruh menolak kebijakan ini. Buruh
              yang berunjukrasa di halaman Gedung Sate, kantor Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta
              Kang Emil menolak atau tidak mengikuti anjuran menteri.

              Berikut daftar lengkap UMK 2021 di 27 kabupaten atau kota di Jawa Barat merujuk UMK 2020:
              Kabupaten  Karawang  Rp  4.594.324,54  Kota  Bekasi  Rp  4.589.708,90  Kabupaten  Bekasi  Rp
              4.498.961,51 Kota Depok Rp 4.202.105,87 Kota Bogor Rp 4.169.806,58 Kabupaten Bogor Rp
              4.083.670,00 Kabupaten Purwakarta Rp 4.039.067,66 Kota Bandung Rp 3.623.778,91 Kabupaten
              Bandung Barat Rp 3.145.427,79 Kabupaten Sumedang Rp 3.139.275,37 Kabupaten Bandung Rp
              3.139.275,37 Kota Cimahi Rp 3.139.274,74 Kabupaten Sukabumi Rp 3.028.531,71 Kabupaten
              Subang Rp 2.965.468,00 Kabupaten Cianjur Rp 2.534.798,99 Kota Sukabumi Rp 2.530.182,63
              Kabupaten  Indramayu  Rp  2.297.931,11  Kota  Tasikmalaya  Rp  2.264.093,28  Kabupaten
              Tasikmalaya Rp 2.251.787,92 Kota Cirebon Rp 2.219.487,67 Kabupaten Cirebon Rp 2.196.416,09
              Kabupaten Garut Rp 1.961.085,70 Kabupaten Majalengka Rp 1.944.166,36 Kabupaten Kuningan
              Rp 1.882.642,36 Kabupaten Ciamis Rp 1.880.654,54 Kabupaten Pangandaran Rp 1.860.591,33
              Kota  Banjar  Rp  1.831.884,83  Menaker  Ida  Fauziah  Minta  Gubernur  Mengumumkan  Berapa
              kenaikan upah minium atau kalau di tingkat provinsi disebut upah minimum provinsi (UMP) 2021,
              di daerah disebut UMK ? Aksi demo buruh menuntut kenaikan upah minimum atau UMP /UMK
              kemungkinan tidak akan terkabul.
              Kabar buruknya, upah minimum buruh tahun 2021 tidak mengalami kenaikan. Artinya, gaji buruh
              tahun ini akan sama dengan tahun sebelumnya.

              Kabar upah minimum atau UMP tidak akan naik ini dikabarkan oleh Menteri Ketenagakerjaan Ida
              Fauziah melalui surat edaran.

              Bahkan  surat  edarannya  sudah  diteken  menterinya  Jokowi  dan  meminta  pemerintah  daerah
              untuk mengumumkan kepada buruh.

              Menteri  Ketenagakerjaan  Ida  Fauziyah  telah  menerbitkan  Surat  Edaran  (SE)  Nomor
              M/11/HK.04/2020  ini  mengatur  tentang  Penetapan  Upah  Minimum  Tahun  2021  pada  Masa
              Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang ditujukan kepada gubernur se-Indonesia.
              Intinya, di surat tersebut disebut tidak ada kenaikan upah minimum.

              "Mempertimbangkan  kondisi  perekonomian  Indonesia  pada  masa  pandemi  Covid-19  dan
              perlunya pemulihan ekonomi nasional, diminta kepada gubernur untuk melakukan penyesuaian
              penetapan nilai upah minimum tahun 2021 sama dengan nilai upah minimum tahun 2020," sebut
              surat edaran itu, dikutip Selasa (27/10/2020).

                                                          1606
   1602   1603   1604   1605   1606   1607   1608   1609   1610   1611   1612