Page 1610 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1610
Ekonom Indef Bhima Yudhistira menyebut ketentuan upah minimum untuk melindungi buruh
yang rentan. Apabila upah minimum tidak naik, daya beli masyarakat akan sulit kembali pulih
dalam waktu dekat.
"Sementara, pemerintah proyeksikan inflasi 2020 di kisaran 3%. Kalau inflasi naik, tapi upah
minimum tidak naik, daya beli pekerja rentan anjlok. Angka konsumsi rumah tangga di kelompok
menengah bawah bisa minus 2-3%," jelas Bhima saat dihubungi, Selasa (27/10).
Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor
M/6/HI.00.01/V/2020 soal peluang pengusaha bisa membayar THR di lain waktu. Ditambah,
pengesahan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja yang dianggap merugikan pekerja atau buruh.
"Kalau ditambah upah minimum tidak naik, ini strategi yang tidak tepat untuk perlindungan
pekerja dan pemulihan ekonomi," imbuh Bhima.
Dia berpendapat pemerintah seharusnya mencontoh Amerika Serikat, dengan Donald Trump
memperjuangkan kenaikan upah minimum federal sebesar US$15 per jam. Pemerintah
sebaiknya pro terhadap pekerja rentan, khususnya di masa pandemi covid-19.
"Apakah bantuan sosial bisa menggantikan tidak naiknya upah minimum? Tentu tidak bisa.
Masalah utama pada rendahnya belanja jaminan sosial dari PDB yang hanya 2,1%. Tetap harus
didorong kenaikan upah minimum," pungkasnya.
Seperti diketahui, Menteri Ketenagakerjaan menerbitkan SE Nomor M/11/HK.04/2020, yang
ditujukan kepada para gubernur terkait upah minimum 2021. Disebutkan bahwa upah minimum
pada tahun depan tidak mengalami kenaikan.(OL-11).
1609

