Page 1642 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1642
TOTAL 5,6 JUTA TENAGA KERJA TELAH DI-PHK ATAU DIRUMAHKAN
Kementerian Ketenagakerjaan mencatat, hingga saat ini sudah lebih dari 5,6 juta tenaga kerja
yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) dan dirumahkan akibat imbas dari pandemi
Covid-19.
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengungkapkan, sebanyak 2,1 juta tenaga kerja yang di
PHK dan dirumahkan tercatat data by name by address di Kementerian Ketenagakerjaan. Lalu,
sebanyak 3,5 juta yang data by name-by address -nya tidak lengkap.
"Jadi sebenarnya kalau dihitung mereka yang di-PHK dan dirumahkan, data yang by name by
address yang ada di Kementerian Ketenagakerjaan itu ada 2,1 juta. Di luar itu sampai 3,5 juta,
mereka yang datanya memang tidak selengkap 2,1 juta," ungkap Ida di Media Center Satuan
Tugas Penanganan Covid-19, Graha BNPB, Jakarta, Selasa (27/10/2020).
Ida pun mengatakan bahwa dampak pandemi Covid-19 ini luar biasa, termasuk pada
perekonomian nasional. "Dan itu tentu saja dampaknya pada sektor Ketenagakerjaan. Banyak
teman-teman yang di PHK yang di rumah kan. Banyak temen-temen yang berkurang
pendapatannya meskipun belum atau tidak di PHK atau tidak di rumah kan," katanya.
Ida juga mengatakan bahwa pekerja yang di PHK juga telah diberikan penanganan dengan
program kartu prakerja. "Kepada mereka yang masih bekerja tapi kehilangan pendapatan,"
katanya.
( Kemudian, kata Ida, pemerintah juga telah mengucurkan dana untuk subsidi para pekerja yang
pendapatannya di bawah Rp5 juta. "Mereka yang pendapatannya di bawah Rp5 juta pemerintah
menyalurkan program berupa subsidi gaji atau upah yang menyasar ada 12,4 juta para pekerja
kita dengan ketentuan sebagaimana diatur dengan Permenaker," jelasnya.
(fai).
1641

