Page 1644 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1644

DISNAKERTRANS JABAR KEBERATAN KALAU UMP TAK DITETAPKAN

              Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana mengumumkan Upah Minimun Provinsi (UMP) Jabar
              2021 pada Selasa (27/10) ini. Karena, waktu pengumuman UMP yang biasanya dilaksanakan
              pada 1 November dimajukan pada tanggal 27 Oktober. Hal ini, dilakukan karena pada 28 Oktober
              hingga 1 November cuti bersama sehingga hari kerja terakhir pada 27 Oktober.

              Terkait adanya demo buruh agar UMP tidak ditetapkan, menurut Kepala Disnakertrans Jabar
              Rachmat Taufik Garsadi, pihaknya jelas keberatan. Karena, dalam regulasi menyatakan gubernur
              wajib menetapkan UMP. Agar, kabupaten/kota tak ada yang menetapkan upah lebih rendah dari
              UMP.

              "Kalau gubernur tidak menetapkan UMP nanti gubernur mendapat sanksi kan setiap peraturan
              pemerintah  harus  dilaksanakan  pemerintah  daerah,"  ujar Rachmat  kepada  wartawan,  Selasa
              (27/10).

              Namun,  Rachmat  mengatakan,  pihaknya  akan  menyiapkan  perhitungan  alternatif.  Yakni,
              Disnkertrans Jabar bisa mengakomodir sesuai usulan Apindo yaitu UMP 2021 tidak naik atau
              nilainya tetap seperti UMP 2020.

              "Memang kami dilematis kalau kita naikkan walaupun tanpa regulasi sekarang para pengusaha
              boro-boro untuk naik untuk yang normal saja sekarang sudah minta ampun," katanya.

              Rachmat menjelaskan, UMP itu wajib ditetapkan oleh gubernur paling lambat satu November
              untuk ditetapkan dan diumumkan. Namun karena libur atau cuti bersama mulai Rabu, maka
              otomatis waktu kerja terakhir Selasa ini.

              Selama  ini,  kata  dia  penetapan  UMP  berdasarkan  PP78/2015  seharusnya  menggunakan  KHL
              (kehidupan  hidup  layak).  Tapi,  saat  ini  BPS  belum  menerbitkan  KHL  tersebut  kemungkinan
              karena  amanat  soal  KHL  yang  ada  dari Permenakar  18/2020  baru  awal  Oktober ditetapkan.
              Sehingga, BPS belum siap.

              Rachmat mengatakan, jika KHL tidak kunjung muncul, maka pihaknya menunggu keputusan dari
              Kemenaker yang Senin ini menggelar rapat formula perhitungan UMP 2021.

              "UMP  itu  safety  net.  Di  PP  78/2015  UMP  itu  diitung  berdasarkan  UMP  tahun  berjalan  dikali
              penambahan inflasi dan PDRB," katanya.

              Jadi, kata dia, kalau inflasi Jabar tahun lalu 3,5 sekarang 1,5 sampai 2 persen. Namun, yang
              parah PDRB anjlok besar jadinya minus. "Kalau minus kan kasian juga bakal lebih kecil dari UMP
              2020 yang Rp 1,8 juta itu," katanya.























                                                          1643
   1639   1640   1641   1642   1643   1644   1645   1646   1647   1648   1649