Page 1662 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1662

DPRD DKI Jakarta menghargai keputusan itu. Ketua Komisi B (membidangi ekonomi) DPRD DKI,
              Abdul  Aziz,  menilai  di  kondisi  pandemi  Covid-19  saat  ini,  mempertahankan  perputaran  roda
              perekonomian patut menjadi pertimbangan prioritas.



              TANGGAPAN DPRD DKI SOAL UPAH BURUH TAHUN 2021 TAK NAIK

              Menteri  Ketenagakerjaan,  Ida  Fauziyah,  memutuskan  tidak  menaikkan  upah  minimum  tahun
              2021  (UMP  2021).  Hal  tersebut  tertuang  dalam  Surat  Edaran  (SE)  Menteri  Ketenagakerjaan
              Republik Indonesia Nomor 11/HK04/X/2020 tentang Penetapan Upah Minimum tahun 2021 pada
              Masa Pandemi Covid-19.

              DPRD DKI Jakarta menghargai keputusan itu. Ketua Komisi B (membidangi ekonomi) DPRD DKI,
              Abdul  Aziz,  menilai  di  kondisi  pandemi  Covid-19  saat  ini,  mempertahankan  perputaran  roda
              perekonomian patut menjadi pertimbangan prioritas.

              "Saya kira memang ya dipertahankan saja dulu, jangan dinaikan, yang penting semua pengusaha
              ini masih bisa bertahan, semua orang masih bisa bekerja," ucap Aziz, Selasa (27/10).

              Pandangan yang disampaikan, kata dia, bukan karena berpihak pada kepentingan pengusaha.
              Tetapi untuk keberlangsungan roda ekonomi.

              Dia menambahkan, di tengah kondisi pandemi seperti sekarang ini, berapa banyak pengusaha
              yang bertahan. Oleh karena itu, dia optimis ketika keadaan membaik pasti akan ada penyesuaian
              terhadap upah buruh.

              "Insya Allah kalau tahun depan ini pulih kita bisa kembali atau juga lebih baik dari keadaan
              sebelumnya, kita pikirkan lagi bisa menaikkannya," tuturnya.

              "Fokus  kita  sekarang ini  adalah  bertahan,  bukan  berkembang.  Karena, sudah  terlalu banyak
              orang di-PHK sebagainya, jangan sampai justru meningkat." Penjelasan Pemerintah Dikutip dari
              Surat Edaran Menaker tersebut, pandemi Covid-19 telah berdampak pada kondisi perekonomian
              dan  kemampuan  perusahaan  dalam  memenuhi  hak  pekerja  dan  buruh  termasuk  dalam
              membayar upah.

              Dalam rangka memberikan perlindungan dan kelangsungan usaha, perlu dilakukan penyesuaian
              terhadap penetapan upah minimum pada situasi pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19.

              Atas  dasar  hal  tersebut,  Menteri  Ida  Fauziyah  meminta  kepada  para  gubernur  di  seluruh
              Indonesia  untuk  melakukan  penyesuaian  penetapan  nilai  Upah  Minimum  Tahun  2021  sama
              dengan nilai Upah Minimum tahun 2020. Dengan kata lain tidak ada kenaikan UMP 2021.

              KSPI  Kritik  Pemerintah  Presiden  Konfederasi  Serikat  Pekerja  Indonesia  (KSPI)  Said  Iqbal
              mengkritik keras Surat Edaran M/11/HK.4/x/2020 tertanggal 26 Oktober 2020 yang dikeluarkan
              Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, terkait penentuan upah minimum bagi buruh.
              Menurut  Iqbal,  dengan  diterbitkannya  Surat  Edaran  tersebut,  Ida  tidak  memiliki  sensitivitas
              terhadap buruh. Justru, imbuhnya, surat tersebut hanya cenderung memanjakan pengusaha.

              "Aksi perlawanan  buruh  akan  semakin  mengeras  terhadap  penolakan  tidak  adanya  kenaikan
              upah minimum 2021 dan penolakan omnibus law Undang-Undang Cipta Kerja. Menaker tidak
              memiliki  sensitivitas  nasib  buruh,  hanya  memandang  kepentingan  pengusaha  semata,"  kata
              Said, Selasa (27/10).

              [lia].


                                                          1661
   1657   1658   1659   1660   1661   1662   1663   1664   1665   1666   1667