Page 1664 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1664

Namun, Ida menilai, sikap sejumlah serikat buruh untuk tetap menggelar aksi demo tidak bijak
              karena pandemi Covid-19 belum berakhir.


              MENAKER SEBUT AKSI DEMO DI TENGAH PANDEMI COVID-19 TIDAK BIJAK

              Menteri  Ketenagakerjaan  Ida  Fauziyah  memahami  aksi  demo  yang  dilakukan  serikat  buruh,
              pekerja  dan  mahasiswa  dalam  menolak  Undang-Undang  Cipta  Kerja  merupakan  hak  untuk
              menyampaikan aspirasi.
              Namun, Ida menilai, sikap sejumlah serikat buruh untuk tetap menggelar aksi demo tidak bijak
              karena pandemi Covid-19 belum berakhir.

              "Saya mengingatkan kepada teman-teman semua. Krisis Covid-19 ini belum usai, vaksin sedang
              diupayakan. Maka menurut saya menjadi tidak bijak demo dalam kondisi seperti saat ini," kata
              Ida dalam talk show BNPB bertajuk Update KPCPEN: Prinsip Keamanan Vaksin Covid-19 secara
              virtual, Selasa (27/10/2020).

              Ida  mengatakan,  ruang untuk  menyampaikan  aspirasi  sangat terbuka. Menurut  Ida,  saat  ini
              pemerintah mulai membahas rancangan Peraturan Pemerintah (PP) sebagai aturan turunan dari
              UU Cipta Kerja .

              Ia mengatakan, serikat buruh dan pekerja bisa ikut dalam perumusan PP.

              "Di situ lah ruang dari serikat pekerja, ruang bagi pengusaha untuk duduk kembali merumuskan
              rancangan peraturan pemerintah nya," ujar Ida.

              Selain itu, kata Ida, pihak-pihak yang menolak UU Cipta Kerja dapat mengajukan judicial review
              atau pengujian undang-undang ke Mahkamah Konstitusi (MK).

              "Di luar itu tentu saja hak untuk melakukan judicial review itu sangat terbuka, teman-teman juga
              belum merasa terakomodasi melalui PP masih ada pilihan judicial review," pungkasnya.

              Sebelumnya, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan beberapa serikat buruh lain akan
              kembali menggelar aksi unjuk rasa yang dipusatkan di Mahkamah Konstitusi (MK) dan Istana
              Negara Jakarta, pada Senin (2/11/2020).

              "Sebelumnya saya mengatakan (aksi dilaksanakan) tanggal 1 November 2020. Ternyata tanggal
              satu adalah hari Minggu, jadi yang benar adalah 2 November, hari Senin," kata Presiden KSPI
              Said Iqbal.

              Said  menjelaskan,  pihaknya  mengambil  keputusan  tersebut  sebab  berkembang  informasi
              Presiden Jokowi akan menandatangani UU Cipta Kerja pada tanggal 28 Oktober 2020.

              Setelah itu akan ada libur panjang dari tanggal 29 hingga 31 Oktober 2020. Karena itu KSPI dan
              beberapa serikat buruh berencana akan melakukan aki pada tanggal 2 November 2020.

              Aksi  digelar  dengan  agenda  menuntut  MK  membatalkan  omnibus  law  UU  Cipta  Kerja,  serta
              meminta Presiden menerbitkan perppu guna membatalkan UU Cipta Kerja.

              Pada tanggal tersebut, KSPI, KSPSI, AGN, dan 32 federasi/konfederasi serikat buruh lainnya juga
              akan mengajukan permohonan judicial review ke MK.
              "Aksi nasional buruh pada 2 November tersebut dilakukan serempak di 24 propinsi dan 200
              kabupaten/kota  yang  diikuti  ratusan  ribu  buruh.  Sedangkan  aksi  di  Istana  dan  Mahkamah
              Konstitusi diikuti puluhan ribu buruh," ucap Said.

                                                          1663
   1659   1660   1661   1662   1663   1664   1665   1666   1667   1668   1669