Page 1669 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1669

Upah  Minimum  Tahun  2021  Pada  Masa  Pandemi  Corona  Virus  Disease  2019  (Covid-19),
              tertanggal 26 Oktober 2020.
              Direktur Pengupahan Kemnaker, Dinar Titus Jogaswitani, memastikan dalam SE Menaker tidak
              ada kata kenaikan, sehingga UMP 2021 sama dengan tahun ini.

              "Jadi nilai upah minimum 2021 sama dengan nilai upah minimum 2020. Tidak ada kenaikan dan
              di  SE  tidak  ada  kata  kenaikan,"  tegas  Dinar  Titus  Jogaswitani  kepada  Liputan6.com,  Selasa
              (27/10/2020).

              Dalam suratnya, Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Ida Fauziyah menjelaskan, latar belakang tak
              ada  kenaikan  UMP  2021  berkaitan  dengan  dampak  pandemi  Covid-19  pada  kondisi
              perekonomian dan kemampuan perusahaan dalam memenuhi hak pekerja dan buruh termasuk
              dalam membayar upah.

              Untuk itu, dalam rangka memberikan perlindungan dan kelangsungan usaha, perlu dilakukan
              penyesuaian terhadap penetapan UMP pada situasi pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-
              19.

              Dalam suratnya, Menaker meminta kepada para gubernur di seluruh Indonesia untuk melakukan
              penyesuaian  penetapan  nilai  Upah  Minimum  Tahun  (UMP)  2021  sama  dengan  nilai  Upah
              Minimum tahun 2020.

              Buat yang ingin tahu disimak Isi Lengkap SE Menaker tentang UMP 2021 Aliansi Buruh Jabar
              (AJB) berencana menggelar mogok nasional apabila pemerintah tidak meneken kenaikan upah
              minimum provinsi ( UMP ). Meski saat ini Menteri Tenaga Kerja telah menerbitkan surat edaran
              (SE) yang isinya menyatakan tidak ada kenaikan upah pada tahun 2021 karena masih masa
              pandemi.

              Menurut juru bicara ABJ Roy Jinto Feriawan, SE tidak adanya kenaikan UMK tahun 2021 yang
              diterbitkan  malam  tadi  hanya  berlaku  untuk  internal  dan  bukan  berlaku  untuk  buruh.  Roy
              menegaskan  pemerintah  harusnya  tunduk  kepada  aturan  yang  berlaku,  yaitu  Peraturan
              Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015.

              "Amanat PP 78 pasal 43 disebutkan lima tahun setelah diberlakukan maka dia harus melakukan
              survei  kehidupan  layak  (KHL).  Hari  ini  harusnya  survei  KHL  tapi  pemerintah  tidak  mau
              melaksanakan. Jadi bisa saja skemanya inflansi plus KHL atau KHL plus inflansi. Atau melihat
              kalau tidak survei adalah rata-rata kenaikan lima tahun, bisa dijadikan dasar, karena yang surat
              edaran itu tidak ada dasar hukumnya," ujar Roy didepan kantor Gubernur Jawa Barat, Jalan
              Diponegoro, Bandung, Selasa, 27 Oktober 2020.

              Roy mengatakan adanya dasar hukum yang resmi tersebut, pemerintah daerah dalam hal ini
              Gubernur Ridwan Kamil dan Dewan Pengupahan Jawa Barat agar segera meneken rekomendasi
              besaran UMP 2021. Karena pada hari ini juga, tengah berlangsung rapat soal hal serupa.
              Roy mengaku apabila tidak segera diteken besaran UMP 2021, rencana mogok nasional akan
              segera dilakukan. Langkah pertama adalah dengan menggelar unjuk rasa secara serempak di
              masing - masing kantor kepala daerah, sebelum puncaknya di kantor Gubernur Jawa Barat dan
              di Jakarta.
              "Saya mendapatkan informasi bahwa saat ini Gubernur Jawa Barat dan Dewan Pengupahan tidak
              memutuskan  menaikkan  besaran  UMP  2021.  Sampai  saat  ini  belum  ada  perwakilan  dari
              pemerintah yang menemui perwakilan buruh di depan," kata Roy.




                                                          1668
   1664   1665   1666   1667   1668   1669   1670   1671   1672   1673   1674