Page 1671 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1671

UMP 2021 TAK NAIK, BURUH JABAR ANCAM MOGOK NASIONAL

              Aliansi  Buruh  Jabar  (AJB)  berencana  menggelar  mogok  nasional  apabila  pemerintah  tidak
              meneken kenaikan upah minimum provinsi ( UMP ). Meski saat ini Menteri Tenaga Kerja telah
              menerbitkan surat edaran (SE) yang isinya menyatakan tidak ada kenaikan upah pada tahun
              2021 dikarenakan masih masa pandemi.

              Menurut juru bicara ABJ Roy Jinto Feriawan, SE tidak adanya kenaikan UMK tahun 2021 yang
              diterbitkan  malam  tadi  hanya  berlaku  untuk  internal  dan  bukan  berlaku  untuk  buruh.  Roy
              menegaskan  pemerintah  harusnya  tunduk  kepada  aturan  yang  berlaku  yaitu  Peraturan
              Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015.

              "Amanat PP 78 pasal 43 disebutkan lima tahun setelah diberlakukan maka dia harus melakukan
              survei  kehidupan  layak  (KHL).  Hari  ini  harusnya  survei  KHL  tapi  pemerintah  tidak  mau
              melaksanakan. Jadi bisa saja skemanya inflansi plus KHL atau KHL plus inflansi. Atau melihat
              kalau tidak survei adalah rata - rata kenaikan lima tahun, bisa dijadikan dasar, karena yang surat
              edaran itu tidak ada dasar hukumnya," ujar Roy didepan kantor Gubernur Jawa Barat, Jalan
              Diponegoro, Bandung, Selasa, 27 Oktober 2020.

              Roy mengatakan adanya dasar hukum yang resmi tersebut, pemerintah daerah dalam hal ini
              Gubernur Ridwan Kamil dan Dewan Pengupahan Jawa Barat agar segera meneken rekomendasi
              besaran UMP 2021. Karena pada hari ini juga, tengah berlangsung rapat soal hal serupa.

              Roy mengaku apabila tidak segera diteken besaran UMP 2021, rencana mogok nasional akan
              segera dilakukan. Langkah pertama adalah dengan menggelar unjuk rasa secara serempak di
              masing - masing kantor kepala daerah, sebelum puncaknya di kantor Gubernur Jawa Barat dan
              di Jakarta.

              "Saya mendapatkan informasi bahwa saat ini Gubernur Jawa Barat dan Dewan Pengupahan tidak
              memutuskan  menaikkan  besaran  UMP  2021.  Sampai  saat  ini  belum  ada  perwakilan  dari
              pemerintah yang menemui perwakilan buruh didepan," kata Roy.

              Sementara  itu  Ketua  Konfederasi  Aliansi  Serikat  Buruh  Indonesia  (KASBI)  Jawa  Barat
              Sudaryanto, mengaku kelompoknya akan bersama - sama dengan kelompok buruh lainnya untuk
              tetap  menuntut  kenaikan  besaran  UMP  2021.  Desakan  serupa  juga  akan  dilakukan  kepada
              pemerintah soal pencabutan Omnibus Law Cipta Kerja.

              Alasan buruh, adanya aturan baru tersebut hanya akan menyengsarakan kesejahteraan buruh.
              Namun Sudaryanto menyebutkan buruh mendukung adanya investasi di Indonesia tetapi harus
              tetap tidak merugikan kepentingan buruh.

              "Kita tidak akan melayangkan judicial review, itu hal yang percuma. Ngapain kita ajukan hal itu,
              karena  aturan  itu  cacat  secara  hukum.  Tidak  ada  alasan  pemerintah  untuk  tidak  mencabut
              Omnibus Law Cipta Kerja," jelas Sudaryanto.
              Aksi unjuk rasa buruh tetap berlangsung meski saat ini, turun hujan didepan kantor Gubernur
              Jawa Barat. (Arie Nugraha).













                                                          1670
   1666   1667   1668   1669   1670   1671   1672   1673   1674   1675   1676