Page 1720 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1720

PENGUSAHA: UMP 2021 HARUSNYA TURUN

              Upah Minimum tahun 2021 ( UMP 2021) dipastikan tidak naik. Hal ini tertuang dalam Surat
              Edaran  (SE)  Menteri  Ketenagakerjaan  Republik  Indonesia  Nomor  11/HK04/X/2020  tentang
              Penetapan Upah Minimum tahun 2021 pada Masa Pandemi Covid-19.

              Dalam SE tersebut, Menteri Ida Fauziyah meminta kepada para gubernur di seluruh Indonesia
              untuk melakukan penyesuaian penetapan nilai Upah Minimum Tahun 2021 sama dengan nilai
              Upah Minimum tahun 2020. Dengan kata lain tidak ada kenaikan UMP 2021.

              Ketua  Umum  DPD  Himpunan  Pengusaha  Pribumi  Indonesia  (Hippi)  DKI  Jakarta,  Sarman
              Simanjorang mengatakan keputusan ini sudah sesuai dengan rumusan yang ditetapkan dalam
              PP  No.78  tahun  2015.  Yakni  UMP  Tahun  berjalan  ditambah  (  UMP  tahun  berjalan  dikalikan
              Pertumbuhan ekonomi dan inflasi nasional tahun 2020).

              "Jika kita hitung malah minus, seharusnya UMP turun, tapi kan tidak mungkin UMP diturunkan,
              maka  kenaikan  0  persen  sudah  sangat  bijak,"  kata  Sarman  kepada  Liputan6.com,  Selasa
              (27/10/2020).

              Di sisi lain, Sarman beranggapan jika UMP dipaksakan untuk naik, maka implikasinya adalah
              terjadi PHK. Hal ini, kata Sarman, sebagai bentuk rasionalisasi pengusaha di tengah himpitan
              krisis pandemi covid-19 ini.

              Menteri  Ketenagakerjaan  Ida  Fauziyah  memutuskan  untuk  tidak  menaikkan  upah  minimum
              tahun  2021  (UMP  2021).  Hal  tersebut  tertuang  dalam  Surat  Edaran  (SE)  Menteri
              Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 11/HK04/X/2020 tentang Penetapan Upah Minimum
              tahun 2021 pada Masa Pandemi Covid-19.

              Dikutip  dari  Surat  Edaran  Menaker  tersebut,  Selasa  (27/10/2020),  pandemi  Covid-19  telah
              berdampak  pada  kondisi  perekonomian  dan  kemampuan  perusahaan  dalam  memenuhi  hak
              pekerja dan buruh termasuk dalam membayar upah.

              Dalam rangka memberikan perlindungan dan kelangsungan usaha, perlu dilakukan penyesuaian
              terhadap penetapan upah minimum pada situasi pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19.

              Atas  dasar  hal  tersebut,  Menteri  Ida  Fauziyah  meminta  kepada  para  gubernur  di  seluruh
              Indonesia  untuk  melakukan  penyesuaian  penetapan  nilai  Upah  Minimum  Tahun  2021  sama
              dengan nilai Upah Minimum tahun 2020. Dengan kata lain tidak ada kenaikan UMP 2021.
              Ida juga meminta kepada para gubernur untuk melaksanakan penetapan upah minimum setelah
              tahun 2021 sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

              Dalam SE ini, para kepala daerah wajib mengumumkan upah minimum provinsi tahun 2021 pada
              31 Oktober 2020.

              Direktur Pengupahan Kemnaker, Dinar Titus Jogaswitani menambahkan, dalam SE tersebut tidak
              ada kata kenaikan sehingga UMP 2021 sama dengan tahun ini.

              "Jadi nilai upah minimum 2021 sama dengan nilai upah minimum 2020. Tidak ada kenaikan dan
              di SE tidak ada kata kenaikan," tegas Dinar Titus Jogaswitani.

              Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan, buruh Indonesia
              meminta agar upah minimum tahun 2021 naik. Dia menolak permintaan kalangan pengusaha
              yang meminta agar di tahun depan tidak ada kenaikan upah minimum.

              Menurutnya,  kenaikan  upah  yang  ideal  adalah  sebesar  8  persen.  Hal  ini  didasarkan  pada
              kenaikan upah rata-rata selama 3 tahun terakhir.
                                                          1719
   1715   1716   1717   1718   1719   1720   1721   1722   1723   1724   1725