Page 1723 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1723

positive  -  Yusuf  Rendy  Manilet  (Ekonom  Ekonom  Center  of  Reform  on  Economics  (CORE)
              Indonesia) Jadi dilihat pertengahan 2021, kalau ekonomi membaik mungkin bisa terbitkan surat
              edaran baru. Ini untuk akomodasi dua kepentingan, pengusaha dan buruh



              Ringkasan

              Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menetapkan upah minimum provinsi ( UMP )
              2021 tidak naik dari besaran 2020.
              Hal  ini  tertuang  dalam  Surat  Edaran  Nomor  M/11/HK.04/X/2020  tentang  Penetapan  Upah
              Minimum Tahun 2021 pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

              Ekonom  Institute  for  Development  of  Economics  and  Finance  (INDEF)  Bhima  Yudhistira
              Adhinegara menilai keputusan pemerintah untuk tidak menaikkan UMP 2021 akan memengaruhi
              konsumsi masyarakat. Daya beli masyarakat diprediksi sulit tumbuh signifikan sesuai dengan
              target pemerintah.



              EKONOM WAS-WAS DAYA BELI SULIT BANGKIT SAAT UMP 2021 TAK NAIK

              Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menetapkan upah minimum provinsi ( UMP )
              2021 tidak naik dari besaran 2020.

              Hal  ini  tertuang  dalam  Surat  Edaran  Nomor  M/11/HK.04/X/2020  tentang  Penetapan  Upah
              Minimum Tahun 2021 pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

              Ekonom  Institute  for  Development  of  Economics  and  Finance  (INDEF)  Bhima  Yudhistira
              Adhinegara menilai keputusan pemerintah untuk tidak menaikkan UMP 2021 akan memengaruhi
              konsumsi masyarakat. Daya beli masyarakat diprediksi sulit tumbuh signifikan sesuai dengan
              target pemerintah.

              "Daya beli tahun depan sulit naik, khususnya bagi masyarakat 40 persen dengan pengeluaran
              terbawah dan kelas menengah rentan miskin," ungkap Bhima kepada CNNIndonesia.com, Selasa
              (27/10).

              Jika konsumsi masyarakat tak tumbuh signifikan maka pertumbuhan ekonomi juga sulit kembali
              ke  level  5  persen.  Untuk  itu,  Bhima  menganggap  keputusan  pemerintah  mengenai  upah
              minimum  ini  bertolak  belakang  dengan  target  pemerintah  yang  menginginkan  pertumbuhan
              ekonomi pulih ke kisaran 5 persen.

              "Seharusnya upah naik, tujuan upah minimum untuk melindungi daya beli buruh. Ini juga bagian
              dari perlindungan sosial yang seharusnya diperjuangkan oleh pemerintah," kata Bhima.
              Terlebih,  sambung  Bhima,  banyak  buruh  yang  gajinya  dipotong,  dirumahkan,  atau  jumlah
              tunjangan dipotong. Alhasil, pemerintah perlu memberikan perlindungan lebih kepada buruh.

              "Maka setidaknya upah minimum naik meskipun perlu didiskusikan secara tripartit, serikat buruh,
              pengusaha, dan pemerintah untuk mediasi," ujar Bhima.

              Selain  itu,  Bhima  menilai  keputusan  mengenai  upah  minimum  yang  tak  naik  tahun  depan
              semakin  memperlihatkan  bahwa  pemerintah  lebih  berpihak  pada  pengusaha.  Diketahui,
              pemerintah sebelumnya telah memotong jumlah pesangon buruh dari maksimal 32 bulan upah
              menjadi 25 bulan upah dalam Undang-Undang (UU) Omnibus Law Cipta Kerja.


                                                          1722
   1718   1719   1720   1721   1722   1723   1724   1725   1726   1727   1728