Page 1806 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 1806
Judul Keluar dari Krisis, Kerja Sama Ketenagakerjaan ASEAN Harus Dipererat
Nama Media tempo.co
Newstrend Senior Labour Officials Meeting
Halaman/URL https://nasional.tempo.co/read/1399827/keluar-dari-krisis-kerja-sama-
ketenagakerjaan-asean-harus-dipererat
Jurnalis Tempo.co
Tanggal 2020-10-27 11:37:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Kementerian Ketenagakerjaan
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Narasumber
positive - Anwar Sanusi (Sekjen) Kita harus bersatu padu merespon dan melawan Covid 19
dengan seefektif mungkin. Dengan solidaritas ASEAN kita bisa keluar dari krisis bersama-sama,
tanpa ada yang tertinggal
positive - Anwar Sanusi (Sekjen) Mari kita dukung bersama dengan inisiasi kerja sama konkrit,
agar ketenagakerjaan ASEAN dapat segera lepas dari dampak buruk Covid-19
positive - Anwar Sanusi (Pimpinan Pertemuan SLOM) Dalam pertemuan ini, kita juga membahas
terkait Covid-19 dalam isu ketenagakerjaan. Termasuk menjelaskan apa yang sudah dilakukan
pemerintah Indonesia dalam merespon dampak dari Covid-19 ini, di sektor ketenagakerjaan
positive - Anwar Sanusi (Sekjen) Jadi, momentum (SLOM-red) ini harus kita manfaatkan sebaik-
baiknya. Terutama kita mengusung tema bukan hanya merespon pandemi covid 19 melainkan
merespon isu-isu kekinian. Misalnya hidup di era digital ekonomi, kita harus mempersiapkan
tenaga kerja agar dapat beradaptasi dalam situasi tersebut
positive - Indah Anggoro Putri (Kepala Biro Kerja Sama Luar Negeri (KLN) Kemnaker) Khususnya
untuk meningkatkan kompetensi dan produktivitas pekerja ASEAN, serta menyiapkan ketahanan
dan ketangkasan pekerja dalam menghadapi ketidakpastian dan masa depan pekerjaan
Ringkasan
Sekjen Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Anwar Sanusi, mengatakan bahwa
merebaknya pandemi Covid-19 yang melanda hampir seluruh negara di dunia, termasuk negara
Anggota ASEAN, berdampak besar bagi dunia ketenagakerjaan. Untuk keluar dari masa krisis ini,
maka kerja sama ASEAN di bidang ketenagakerjaan harus lebih erat dan kompak.
1805

